JAKARTA. Kunjungan tiga hari Presiden Widodo ke Amerika Serikat sudah berakhir 27 Oktober lalu. Namun, beredar kabar tak sedap dari kunjungan ini. Adalah seorang kontributor bernama Dr Michael Buehler, seorang dosen politik Asia Tenggara dari School of Oriental and African Study yang menulis artikel Waiting in The White House Lobby, Jumat (6/11) Dalam artikelnya, Buehler mengatakan, pertemuan antara Presiden Jokowi dan Barack Obama dilakukan melewati perusahaan konsultan. Dia sebut, Indonesia menggandeng perusahaan konsultan Singapura bernama Pereira International Pte Ltd. Perusahaan ini lalu mengontrak perusahaan PR asal Las Vegas, R&R Partners Inc senilai US$ 80.000 untuk bisa masuk ke Washington.
Benarkah kunjungan Jokowi ke AS gunakan konsultan?
JAKARTA. Kunjungan tiga hari Presiden Widodo ke Amerika Serikat sudah berakhir 27 Oktober lalu. Namun, beredar kabar tak sedap dari kunjungan ini. Adalah seorang kontributor bernama Dr Michael Buehler, seorang dosen politik Asia Tenggara dari School of Oriental and African Study yang menulis artikel Waiting in The White House Lobby, Jumat (6/11) Dalam artikelnya, Buehler mengatakan, pertemuan antara Presiden Jokowi dan Barack Obama dilakukan melewati perusahaan konsultan. Dia sebut, Indonesia menggandeng perusahaan konsultan Singapura bernama Pereira International Pte Ltd. Perusahaan ini lalu mengontrak perusahaan PR asal Las Vegas, R&R Partners Inc senilai US$ 80.000 untuk bisa masuk ke Washington.