Bendungan Mila menelan biaya investasi Rp 231 miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Operasional bendungan di berbagai provinsi mulai berjalan, termasuk bendungan Mila. Bendungan Mila adalah bendungan multifungsi guna mendukung kontinuitas suplai air Daerah Irigasi (DI) Rababaka seluas 1.689 hektar di Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dengan adanya bendungan Mila sehingga Indeks Pertanaman diharapkan meningkat dari 186% menjadi 300%. Dalam siaran pers, Kementerian PUPR mengungkapkan bahwa bendungan dengan tipe urugan zona inti tegak setinggi 36 meter memiliki kapasitas tampung sebesar 6,73 juta meter kubik dengan luas genangan 99 hektare. Untuk menjaga kualitas air bendungan, diperbolehkan untuk perikanan tangkap namun tidak keramba. Biaya pembangunan Bendungan Mila sendiri sebesar Rp 231,66 miliar yang dikerjakan mulai tahun 2015 dalam satu paket yang sama dengan pembangunan Bendungan Tanju yang dikerjakan oleh kontraktor PT Nindya Karya-PT Hutama Karya (Kerjasama Operasi). Selain itu, Bendungan Mila menjadi sumber air baku sebesar 100 liter per detik untuk Kecamatan Woja dan Dompu, serta mereduksi banjir sebesar 142,57 meter kubik per detik di Kecamatan Woja. Bendungan tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat wisata, perikanan dan konservasi SDA di Kabupaten Dompu. Bendungan Mila yang telah dilakukan impounding atau penggenangan awal pada 17 Januari 2019 lalu, kini menjadi magnet baru destinasi wisata bagi masyarakat Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat maupun wisatawan. Berbagai aktivitas dilakukan warga seperti senam bersama, menikmati pemandangan sekeliling waduk yang memukau atau sekedar berswafoto di depan nama Bendungan Mila.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Wahyu T.Rahmawati