KONTAN.CO.ID - KYIV. Semburan air meluap melalui lubang besar di bendungan yang terletak di Sungai Dnipro, yang memisahkan pasukan Rusia dan Ukraina di Ukraina Selatan, pada hari Selasa. Hal ini mengakibatkan banjir di zona perang dan memaksa penduduk desa untuk mengungsi. Pemerintah Ukraina menuduh Rusia melakukan peledakan di dalam bendungan tersebut sebagai kejahatan perang yang disengaja. Namun, pejabat Rusia memberikan laporan yang berbeda-beda. Beberapa menyalahkan penembakan dari pihak Ukraina, sementara yang lain mengatakan bahwa bendungan itu pecah dengan sendirinya. Bendungan Nova Kakhovka memiliki peran penting dalam pasokan air ke semenanjung Krimea di Ukraina dan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia, yang keduanya berada di bawah kendali Rusia.
Baca Juga: Putus Hubungan dengan Taiwan, Honduras Langsung Merapat ke China Waduk yang luas di belakang bendungan ini merupakan salah satu ciri geografis utama di Ukraina Selatan, dengan panjang 240 km dan lebar hingga 23 km. Sebuah daerah pedesaan terletak di dataran banjir di bawah bendungan.