Benny Tjokro incar dana segar Rp 300 miliar dari IPO bisnis pariwisata



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Benny Tjokrosaputro telah menyiapkan satu aksi korporasi di penghujung paruh pertama 2018. Salah seorang pewaris bisnis batik keris ini berencana melaksanakan penawaran umum saham perdana alias initial publik offering (IPO) saham PT Sinergi Megah Internusa (Sinergi Megah), perusahan miliknya yang utamanya bergerak di bidang pariwisata.

Sinergi Megah berdiri pada 30 Mei 2014 dan mulai beroperasi pada tahun 2016. Aset Sinergi Megah berupa hotel jalan Ring Road Utara No. 409 Yogyakarta yang memakai merek "Lafayette Boutique Hotel". Hotel ini memiliki 77 kamar dengan aneka tipe kamar yang bisa dipilih oleh pengunjung.

Sinergi Megah juga memiliki satu anak perusahaan bernama PT Mulia Manunggal Karsa yang memiliki aset tanah di Batam seluas kurang lebih 20 hektare (ha). Di lokasi tersebut, Benny berencana membangun villa beserta sarana dan prasarana penunjangnya dengan mengusung nama "Batam Bay".


Guna memuluskan rencana IPO Sinergi Megah, Benny telah penunjuk NH Korindo Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Sinergi Megah berencana menjual sebanyak-banyaknya 1,2 miliar saham atau setara 15,58% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh pasca IPO. Sinergi Megah juga akan menerbitkan sebanyak 400 juta waran seri I, dengan rasio setiap tiga saham baru berhak mendapat satu waran.

"Kami berharap setidaknya mendapat dana kurang lebih Rp 300 miliar dari IPO ini," tutur Benny Tjokrosaputro kepada Kontan.co.id, Kamis (7/6). Dari target perolehan dana IPO tersebut, Sinergi Megah akan menyalurkan 78,98%-nya guna penyertaan modal di PT PT Mulia Manunggal Karsa. Sementara 1,2% lainnya akan dipakai untuk meningkatkan modal kerja Sinergi Megah.

Benny juga menyebutkan, sebanyak 5,64% dari dana IPO akan dipergunakan Sinergi Megah untuk belanja modal atawa capital expenditure (capex) bagi perluasan hotel. Sementara Benny akan memakai sebanyak 14,11% dana IPO untuk membayar utang Sinergi Megah kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI).

Sinergi Megah menargetkan saham Sinergi Megah bisa tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 26 Juni mendatang.

Sebelum IPO, kepemilikan saham Benny Tjokrosaputro di Sinergi Megah sebanyak 99,42%. Sementara sisanya dimiliki oleh Nita Frederika sebanyak 0,12% dan Modiwati Karunia Mulia sebesar 0,46%. Adapun pasca IPO, Kepemilikan saham Benny bakal terdilusi menjadi 83,93%, Nita 0,10%, dan Modiwati turun menjadi 0,39%.

Hingga 31 Desember 2017 total aset Sinergi Megah berjumlah Rp 667,29 miliar, yang terdiri dari liabilitas sebanyak Rp 63,22 miliar dan ekuitas Rp 604,07 miliar.