Bentrok, 100 orang di Kairo tewas



KAIRO. Kisruh di Mesir Sabtu (27/7) kemarin menewaskan banyak warga Mesir. Menurut aktivis kemainusiaan Mesir, setidaknya ada 100 orang yang tewas hari Sabtu kemarin saat polisi anti huru-hara menembak demonstran yang mendukung Presiden yang dipecat Mohammed Mursi di Kairo.Aliansi Anti Kudeta, payung koalisi pendukung Mursi, juga mengatakan bahwa ada 5.000 orang yang terluka dalam pertikaian di dekat Kota Nasr tak jauh dari ibukota. Banyak dari mayat mereka yang tewas masih tergeletak di halaman rumah sakit dekat markas pendukung Mursi dan tidak terdaftar secara resmi di kementrian kesehatan. Data yang dirilis pihak aktivis ini sangat jauh berbeda dengan data pemerintah Mesir, di mana jumlah warga Mesir yang tewas "hanya" 21 orang. Sekadar informasi, ratusan ribu orang ikut serta dalam reli politik di sejumlah kota Mesir pada Jumat lalu. Aksi kekerasan akhirnya pecah dan berlangsung hingga malam hari. Kedua pendukung, baik dari pihak militer dan Mursi, sudah mengumumkan rencana mereka untuk melakukan aksi protes. Bahkan mereka juga mengingatkan besarnya kemungkinan terjadi pertumpahan darah. Pimpinan militer Mesir Jenderal Abdel Fattah al-Sisi mengingatkan kepada warga Mesir untuk menunda reli dan memberikan waktu kepada militer untuk mengarasu kekerasan yang diakibatkan oleh pemecatan Mursi pada 3 Juli lalu. "Sisi turun! Mursi adalah presiden! Turun dari pihak militer!," demikian tuntutan warga Mesir.Saat ini, Mursi sendiri sudah disembunyikan dari publik menyusul diambilnya kekuasaan oleh militer. Pada Jumat (26/7) lalu, Kantor Berita Mena melaporkan bahwa Morsi akan ditahan selama 15 hari selama hakim melakukan investigasi atas tuduhan yang diarahkan kepadanya.


Editor: Barratut Taqiyyah Rafie