KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah transformasi ke bisnis hijau, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mencatatkan pertumbuhan top line. Penopangnya, lonjakan bisnis limbah dan perbaikan arus kas operasional pada kuartal I-2026. Melansir laporan keuangan per 31 Maret 2026, TOBA membukukan pendapatan sebesar US$ 86,28 juta. Melonjak 20,5% secara tahunan atau year on year (YoY) dari US$ 71,51 juta per 31 Maret 2025. Total kerugian periode berjalan menyusut 83% secara tahunan menjadi US$ 9,5 juta di kuartal I-2025. Pada periode yang sama di 2024, rugi TOBA mencapai US$ 58,9 juta. Direktur TBS Energi Utama Juli Oktarina menjelaskan langkah besar akuisisi dan divestasi di 2025 merupakan bentuk penataan ulang portofolio strategis yang terencana dan krusial bagi arah bisnis TOBA ke depan.
Berada di Fase Transisi, Pendapatan TOBA Melesat 20,5%, Rugi Menyusut Tajam
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah transformasi ke bisnis hijau, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mencatatkan pertumbuhan top line. Penopangnya, lonjakan bisnis limbah dan perbaikan arus kas operasional pada kuartal I-2026. Melansir laporan keuangan per 31 Maret 2026, TOBA membukukan pendapatan sebesar US$ 86,28 juta. Melonjak 20,5% secara tahunan atau year on year (YoY) dari US$ 71,51 juta per 31 Maret 2025. Total kerugian periode berjalan menyusut 83% secara tahunan menjadi US$ 9,5 juta di kuartal I-2025. Pada periode yang sama di 2024, rugi TOBA mencapai US$ 58,9 juta. Direktur TBS Energi Utama Juli Oktarina menjelaskan langkah besar akuisisi dan divestasi di 2025 merupakan bentuk penataan ulang portofolio strategis yang terencana dan krusial bagi arah bisnis TOBA ke depan.
TAG: