KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu kiat sukses menjalankan usaha adalah, konsistensi dan kemauan untuk berkembang. Hal inilah yang ditempuh Syaeful Munir, pendiri sekaligus Presiden Direktur PT Rachmat Perdana Adhimetal yang termasuk pemasok utama komponen otomotif roda dua. Perusahaan yang didirikan pada 1995 ini dimulai dari skala sangat kecil. Hanya mempekerjakan dua karyawan saja, hingga akhirnya kini bisa memiliki 526 karyawan dari tiga fasilitas produksi.
"Pekerjaannya bertambah harus menambah pekerja hingga sampai 526 orang," ujar Syaeful saat bertandang ke Redaksi KONTAN bersama Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), Kamis (12/2).
Baca Juga: Mencetak Fulus dari Sandal Lintas Generasi Awal usaha Syaeful kala itu fokus pada produk
stamping. Ini adalah salah satu suku cadang untuk kendaraan roda dua. Seiring meningkatnya permintaan, lini produksi berkembang ke
welding hingga proses
finishing seperti
plating. Dalam perjalanannya, ia bergabung menjadi binaan Grup Astra di bawah naungan YDBA. Hasilnya, dia bisa mendongrak kapasitas dan kualitas manajemen. Meski begitu, tidak mudah untuk bisa melakukan ekspansi usaha. Ia membutuhkan waktu 17 tahun agar dapat merealisasikan penambahan kapasitas melalui ekspansi pabrik kedua di kawasan Delta Silicon, Cikarang pada 2012.
Baca Juga: Cuan Mpok Mumun dari Produk Buah Tangan Khas Betawi Selanjutnya, Rachmat Perdana menyelesaikan pembangunan pabrik di Majalengka sebagai fasilitas produksi ketiga. Langkah ekspansi tersebut sejalan dengan strategi diversifikasi produk dengan masuk ke lini injeksi plastik. "Setahun lalu sudah mulai proses injeksi plastik," tutur Syaeful. Meski masih dalam tahap awal, lini injeksi plastik memiliki prospek bisnis yang cukup menjanjikan yang sejalan dengan potensi pertumbuhan penetrasi motor listrik di dalam negeri.
Baca Juga: Memacu Kinerja Cuan Melalui Aditif Suplemen Mesin Saat ini, mayoritas produksi perusahaan masih ditopang sektor otomotif roda dua, dengan pelanggan antara lain PT Astra Honda Motor dan PT Yutaka Manufacturing. Selain itu, perusahaan memasok komponen untuk alat kesehatan, meski porsinya relatif kecil dibandingkan otomotif. Dari sisi kapasitas, total produksi seluruh fasilitas produksi mencapai hampir 7 juta
pieces per bulan, dengan tingkat utilisasi sekitar 60%–75%. Artinya, perusahaan masih memiliki ruang peningkatan produksi tanpa harus menambah fasilitas dalam waktu dekat.
Baca Juga: Mencecap Fulus dari Produk Mentega Ala Eropa Dari sisi kinerja bisnis, Syaeful menyebut pertumbuhan bisnisnya rata-rata berada di kisaran 10% per tahun. Namun tantangan industri manufaktur tak bisa dihindari, terutama tuntutan digitalisasi dan otomatisasi proses produksi. Untuk itu sistem digital produksi diterapkan demi efisiensi operasional. Begitu juga dengan kualitas pengiriman produk,
lean production management, hingga pengelolaan lingkungan.
"Terus konsisten dan mau berubah," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News