KONTAN.CO.ID - PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”) penuhi komitmen pemerintah dalam mendorong pencapaian target Net-Zero Emission (NZE) tahun 2060 dengan melakukan upaya pengurangan pemanasan global (carbon footprint) di Indonesia melalui kegiatan operasionalnya, salah satunya adalah dengan beralih ke Kendaraan Berbasis Listrik (“KBL”) dari kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) yang saat ini digunakan. Pengalihan ini dilakukan secara bertahap melalui pembelian 2 (dua) unit kendaraan Hyundai type Ioniq dari PT Hyundai Mobil Indonesia sebagai pengalihan tahap awal. Langkah ini juga sekaligus menjadi bentuk dukungan PT SMI terhadap industri otomotif nasional yang saat ini tengah berkembang. Kegiatan simbolisasi atas pencanangan program PT SMI untuk pengalihan bertahap dari kendaraan operasional BBM ke kendaraan berbasis listrik ini dilakukan oleh Perwakilan Manajemen dari PT SMI, PT Hyundai Mobil Indonesia, dan Gedung Sahid Sudirman Center, pada Kamis (19/5), di Kantor PT SMI, dengan turut disaksikan secara langsung oleh Kepala Sub Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan I, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan RI. Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI - Darwin Trisna Djajawinata, dalam sambutannya menyatakan, “PT SMI sangat mendukung penuh upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam mewujudkan pencapaian NZE di Indonesia, salah satunya dengan melakukan peralihan secara bertahap untuk kendaraan operasional perusahaan menjadi kendaraan berbasis listik, yakni dari PT Hyundai Mobil Indonesia, dimana ide atau gagasan atas inisiatif ini berasal dari SMIers (Karyawan PT SMI).
Beralih ke Mobil Listrik, PT SMI Tunjukkan Komitmen Dukung Capai Net Zero Emission
KONTAN.CO.ID - PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”) penuhi komitmen pemerintah dalam mendorong pencapaian target Net-Zero Emission (NZE) tahun 2060 dengan melakukan upaya pengurangan pemanasan global (carbon footprint) di Indonesia melalui kegiatan operasionalnya, salah satunya adalah dengan beralih ke Kendaraan Berbasis Listrik (“KBL”) dari kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) yang saat ini digunakan. Pengalihan ini dilakukan secara bertahap melalui pembelian 2 (dua) unit kendaraan Hyundai type Ioniq dari PT Hyundai Mobil Indonesia sebagai pengalihan tahap awal. Langkah ini juga sekaligus menjadi bentuk dukungan PT SMI terhadap industri otomotif nasional yang saat ini tengah berkembang. Kegiatan simbolisasi atas pencanangan program PT SMI untuk pengalihan bertahap dari kendaraan operasional BBM ke kendaraan berbasis listrik ini dilakukan oleh Perwakilan Manajemen dari PT SMI, PT Hyundai Mobil Indonesia, dan Gedung Sahid Sudirman Center, pada Kamis (19/5), di Kantor PT SMI, dengan turut disaksikan secara langsung oleh Kepala Sub Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan I, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan RI. Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI - Darwin Trisna Djajawinata, dalam sambutannya menyatakan, “PT SMI sangat mendukung penuh upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam mewujudkan pencapaian NZE di Indonesia, salah satunya dengan melakukan peralihan secara bertahap untuk kendaraan operasional perusahaan menjadi kendaraan berbasis listik, yakni dari PT Hyundai Mobil Indonesia, dimana ide atau gagasan atas inisiatif ini berasal dari SMIers (Karyawan PT SMI).