KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyebut kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi seperti solar dan Pertalite diperkirakan habis pada bulan Oktober 2022. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada keputusan untuk merespons kebijakan ke depan terkait BBM tersebut. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy mengatakan, jika pemerintah memutuskan untuk memilih opsi menaikkan harga Pertalite, diperkirakan kisaran harganya akan meningkat antara Rp 1.000 hingga Rp 3.000. Meski begitu, Yusuf menyatakan tidak setuju dengan keputusan menaikkan harga BBM. Menurutnya, jika harga BBM dinaikkan dalam waktu dekat kurang cocok momentumnya, meskipun harga minyak global saat ini tengah melonjak dan ekspektasi harga minyak global di sepanjang ataupun disisa akhir tahun ini akan relatif lebih besar jika dibandingkan dengan ekspektasi pemerintah yang dituliskan dalam asumsi makro APBN.
Berapa Besaran Kenaikan BBM Subsidi? Ini Perkiraan Ekonom Core
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyebut kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi seperti solar dan Pertalite diperkirakan habis pada bulan Oktober 2022. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada keputusan untuk merespons kebijakan ke depan terkait BBM tersebut. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy mengatakan, jika pemerintah memutuskan untuk memilih opsi menaikkan harga Pertalite, diperkirakan kisaran harganya akan meningkat antara Rp 1.000 hingga Rp 3.000. Meski begitu, Yusuf menyatakan tidak setuju dengan keputusan menaikkan harga BBM. Menurutnya, jika harga BBM dinaikkan dalam waktu dekat kurang cocok momentumnya, meskipun harga minyak global saat ini tengah melonjak dan ekspektasi harga minyak global di sepanjang ataupun disisa akhir tahun ini akan relatif lebih besar jika dibandingkan dengan ekspektasi pemerintah yang dituliskan dalam asumsi makro APBN.