Berapa Kadar Gula Darah Normal Wanita, Pria Dewasa, dan Ibu Hamil?



KONTAN.CO.ID - Berapa kadar gula darah normal pada wanita dan pria seringkali menjadi pertanyaan. Sebab, di tengah tren gaya hidup yang seringkali mengonsumsi minuman manis, banyak yang memiliki kadar gula darah tinggi.

Padahal, kadar gula darah tinggi pada wanita dan pria bisa menjadi penyebab diabetes. Diabetes pun bisa menimbulkan komplikasi seperti penyakit ginjal, kebutaan, dan luka yang tak kunjung sembuh.

Untuk itu, sebaiknya rutin untuk mengecek kadar gula darah wanita dan pria untuk mengetahui risiko dan pencegahan agar tidak terkena diabetes.


Lantas, berapa kadar gula darah normal wanita dan pria?

Baca Juga: Kolesterol Tinggi Bisa Sebabkan Stroke, Cek 7 Gejalanya di Tubuh

Kadar gula darah normal wanita dan pria

Sebenarnya tidak ada angka baku untuk menentukan kadar gula darah normal wanita dan pria. Sebab, kadar gula darah normal pada tubuh dapat berubah-ubah tergantung kondisi tubuh.

Selain itu, tidak ada perbedaan signifikan antara kadar gula darah normal wanita dan pria. Mengutip website Kementerian Kesehatan, kadar gula darah normal pada orang dewasa baik wanita dan laki-laki diukur dalam 2 cara.

Kedua cara tersebut yakni kadar gula darah normal sewaktu (GDS) atau tanpa puasa. Kemudian kadar gula darah normal puasa (GDP).

Baca Juga: Tak Hanya Keputihan, Ini Gejala Diabetes yang Muncul pada Perempuan

Kadar gula darah normal wanita dan pria dewasa menurut standar GDS adalah dibawah 200 mg/dl. Sedangkan kadar gula darah normal pada orang dewasa baik wanita dan laki-laki menurut GDP di bawah 126 mg/dl.

Ada beberapa tes yang bisa dilakukan untuk mengetahui kadar gula darah normal seseorang. Di antaranya adalah tes gula darah puasa (GDP), tes toleransi glukosa oral (TTGO), dan tes hemoglobin A1c.  

Nah, berikut adalah kadar gula darah normal berdasarkan sejumlah tes tersebut seperti dirangkum dari laman Center for Disease Control and Prevention (CDC) dan RSUD dr. Loekmono Hadi Kabupaten Kudus:  

Baca Juga: Ini 5 Manfaat Buah Apel Untuk Kesehatan Tubuh, Cek Yuk!

1.Tes gula darah puasa (GDP)

Untuk menjalani tes gula darah puasa, seseorang harus berpuasa antara 8- 12 jam sebelum menjalani tes gula darah. Kadar gula darah normal untuk tes gula darah puasa adalah di 99 mg/dL atau pun di bawahnya.  

  • Sementara, seseorang dikatakan mengalami prediabetes jika kadar gula darahnya antara 100 hingga 125 mg/dL.
  • Sedangkan seseorang yang memiliki kadar gula darah di atas 126 mg/dL disebut mengidap diabetes melitus tipe2.  
Baca Juga: Mengurangi Asam Urat, Ini Sederet Manfaat Buah Ceri untuk Kesehatan

2.Tes toleransi glukosa oral (TTGO) 2 jam setelah minum cairan gula  

Setelah sampel darah diambil untuk pemeriksaan tes gula darah puasa, pasien diminta meminum cairan gula. Kemudian pengambilan sampel darah dilakukan lagi dalam satu jam, dua jam, atau tiga jam setelahnya.

  • Kadar gula darah normal untuk tes ini jika hasilnya kurang dari 140 mg/dL. Jika kadar gula darahnya berkisar antara 140 hingga 199 mg/dL, maka pasien bisa dikatakan mengalami prediabetes.
  • Sedangkan hasil tes dengan kadar gula 200 mg/dL atau lebih sudah menandakan pasien menderita DM tipe 2.
Baca Juga: 8 Makanan yang Terlarang Dikonsumsi Penderita Asam Lambung, Banyak yang Belum Tahu

3.Tes Hemoglobin A1c (HbA1c)

Tes darah ini dilakukan untuk mengetahui kadar rata-rata gula darah dalam 3 bulan terakhir. Tes darah dilakukan dengan mengukur persentase gula darah yang melekat pada sel darah merah.  

  • Semakin tinggi kadar gula darah, maka semakin tinggi pula gula darah yang melekat di sel darah merah. Kadar gula darah normal jika kadar HbA1c berada di bawah 5,7%.  
  • Sementara, pasien  prediabetes jika kadar HbA1c  pada kisaran 5,7 – 6,4%, dan DM jika kadar HbA1c 6,5% ke atas.
Baca Juga: Cek 5 Manfaat Daun Sirih Untuk Kesehatan Tubuh, Apa Saja?

Tes kadar gula darah normal untuk diabetes gestasional

Diabetes gestasional adalah diabetes yang berlangsung selama masa kehamilan sampai proses persalinan. Diabetes gestasional umumnya terjadi pada trimester kedua atau trimester ketiga.

Diabetes gestasional dapat didiagnosis menggunakan tes kadar gula darah tubuh pada saat kehamilan berada di usia 24 dan 28 minggu. Namun, jika ibu hamil memiliki kadar gula darah yang tinggi sejak di awal kehamilan kemungkinan ibu hamil bukan mengalami diabetes gestasional melainkan diabetes tipe 1 atau 2.   

Baca Juga: Cara Praktis Turunkan Berat Badan dengan Air Putih, Sudah Tahu?

Cara mendeteksi diabetes gestasional

Cara mendeteksi diabetes gestasional yakni ibu hamil akan diminta meminum cairan gula. Kemudian, setelah satu jam, akan diambil sampel gula darahnya.

Kadar gula darah normal wanita hamil adalah 140 mg/dL atau lebih rendah. Jika kadar gula darah wanita hamil lebih tinggi dari 140 mg/dL, maka ibu hamil harus mengikuti tes toleransi glukosa.

Baca Juga: Ingin Berat Badan Turun? 5 Jus Buah dan Sayuran Ini Bisa Rontokkan Lemak Tubuh

Tes toleransi glukosa

Tes toleransi glukosa dilakukan untuk mengukur kadar gula darah normal wanita hamil sebelum dan sesudah Anda minum cairan yang mengandung glukosa. Ibu hamil akan diminta berpuasa (tidak makan) semalaman sebelum tes dan diambil darahnya untuk menentukan kadar gula darah puasa.

Kemudian ibu hamil akan diminta meminum cairan gula dan kadar gula darahnya akan kembali diperiksa sebanyak tiga kali selama 3 jam yakni dalam 1 jam, 2 jam, dan mungkin 3 jam sesudahnya.

Baca Juga: Tanda-Tanda Kolesterol Tinggi: Lidah Berbulu dan Ada Benjolan Kecil

Hasil kadar gula darah normal wanita hamil bisa berbeda tergantung seberapa banyak cairan gula yang diminum dan seberapa sering gula darah diuji. Jadi, agar hasil kadar gula darah normal ibu hamil bisa tepat nanti dokter yang akan membacakannya.  

Namun, umumnya ibu hamil dinyatakan menderita diabetes gestasional jika dua kali pemeriksaan menunjukkan kadar gula darahnya tinggi.

Baca Juga: Obat Tradisional Penurun Kolesterol, Cek Ciri Kolesterol Naik Di Kuku, Mata, Kaki

Waktu makan pengaruhi kadar gula darah tubuh

Waktu makan juga berpengaruh dalam kontrol kadar gula darah normal. Tak cuma apa yang dimakan, konon waktu makan juga turut berpengaruh terhadap kontrol kadar gula darah.

Beberapa studi menemukan jam makan untuk menurunkan kadar gula darah. Umumnya, orang dengan diabetes disarankan untuk sarapan dalam waktu 90 menit setelah bangun tidur.

Mereka juga disarankan makan setiap 4-5 jam setelahnya. Hanya saja, beberapa studi menemukan waktu makan yang lebih spesifik. Dirangkum dari laman Puskesmas Sungai Durian, Kabupaten Kubu Raya, berikut di antaranya:

Baca Juga: Simak 5 Cara Mengencangkan Kulit Kendur yang Benar

1. Mulai makan sebelum jam 8.30

Sebuah penelitian pada 2021 menemukan mulai makan sebelum pukul 8.30 dapat mengurangi faktor risiko diabetes tipe-2. Individu yang melakukannya menunjukkan kadar gula darah yang rendah.

"Ritme sirkadian dipengaruhi oleh waktu asupan makanan dan oleh karena itu, waktu makan juga dapat memengaruhi kesehatan metabolisme," tulis para peneliti dalam American Journal of Managed Care.

Baca Juga: Obat Tradisional Penurun Kolesterol, Cek Ciri Kolesterol Naik Di Kuku, Mata, Kaki

2. Waktu makan 9 jam

Studi lain memperlihatkan bahwa kontrol gula darah juga dapat dilakukan jika seseorang menetapkan waktu makan selama 9 jam. Artinya, Anda hanya diperbolehkan makan dalam waktu 9 jam tersebut. Di luar itu, Anda tak disarankan untuk makan.

Pada studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari University of Adelaide, Australia ini, peserta diminta untuk makan mulai pukul 9.00 - 18.00 setiap hari. Di luar itu, tak ada waktu makan.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Obesity ini menunjukkan bahwa model makan terbatas waktu di atas membantu meningkatkan kemampuan tubuh dalam mengontrol gula darah.

Baca Juga: Cek 6 Makanan Sumber Kolagen Alami yang Mudah Dikonsumsi

3. Waktu makan 10 jam

Teranyar, studi yang dipublikasikan dalam jurnal Cell Metabolism menemukan bahwa menetapkan waktu makan selama 10 jam dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Sama seperti sebelumnya, Anda disarankan hanya makan dalam kurun waktu 10 jam yang ditentukan.

Dalam penelitian itu, peserta makan selama jam 9.00 - 19.00 malam. Hasilnya, makan selama 10 jam membantu peserta menurunkan lebih banyak berat badan.

Para peneliti melihat pola makan ini dapat menurunkan rasa lapar dan meningkatkan hormon leptin atau hormon pemicu rasa kenyang.

Anda perlu melakukan tes gula darah untuk mengetahui dengan pasti apakah Anda menderita pradiabetes atau diabetes tipe 1, tipe 2, atau diabetes gestasional. Hal ini untuk mencegah dan melakukan pengobatan dini jika terkena diabetes.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News