Beras impor akan datang melalui 10 pelabuhan di Jawa



JAKARTA. Untuk menjaga stok beras nasional, pemerintah telah memutuskan impor beras sebanyak 300.000 ton mulai Oktober 2010 ini. Beras ini akan diusung melalui beberapa pelabuhan di luar Pulau Jawa. "Nanti datangnya secara bertahap," kata Direktur Utama Badan Urusan Logistik (Bulog) Sutarto Alimoeso seusai rapat dengan Komisi IV DPR RI, Kamis (21/10).Beras impor asal Vietnam ini nantinya akan diimpor melalaui sepuluh pelabuhan di luar Pulau Jawa yaitu Pelabuhan Dumai, Pelabuhan Teluk Bayur, Pelabuhan Lhoksumawe, Pelabuhan Belawan, Medan, Pelabuhan di Balikpapan, Pelabuhan Bitung, Bali, Ambon,Papua dan Nusa Tenggara Timur.Sayangnya, Sutarto enggan menjelaskan mengenai harga beli beras impor ini. Yang jelas, beras impor dari Vietnam ini akan dibeli dengan harga internasional. "Tingkat pecahan (broken) untuk beras impor ini sekitar 15%," imbuhnya.

Asal tahu saja, kemarin, kontrak beras meningkat di hari yang ke-delapan secara berturut-turut ditengah meningkatnya permintaan dan merosotnya panenan di negara penghasil beras terbesar yang berpotensi mengikis suplai beras di pasar global. Harga beras untuk pengiriman Januari naik sebesar 0,8% menjadi US$ 14,505 per 100 pound di Chicago Board of Trade, level yang paling tinggi sejak 10 Februari 2010. Persediaan beras di pasar global yang disuplai oleh lima negara eksportir terbesar di dunia kemungkinan akan anjlok tahun depan; sehingga berpotensi menyurung kenaikan harga beras. Hal ini ditegaskan oleh Concepcion Calpe, Senior Economist Food & Agriculture Organization of the UN di Roma, Kamis (21/10), seperti dikutip dari Bloomberg. "Tahun depan akan bahaya. AS kemungkinan akan mengoreksi turun produksi berasnya dan persediaan sejumlah negara eksportir akan lebih ketat dari tahun ini. Mereka akan mengekspor cukup banyak tahun ini," kata Calpe. Tahun ini, pengiriman beras dari Thailand, Vietnam, Pakistan, AS dan India, yang mencuil 80% perdagangan global. akan naik sebesar 8,4% dari tahun lalu menjadi 24,7 juta ton. Menurut hitungan Bloomberg berdasarkan data U.S. Department of Agriculture, kondisi ini akan menguras persediaan. "Makin ketatnya suplai beras dan rendahnya persediaan akan menyokong harga beras," kata Kiattisak Kanlayasirivat, Director Novel Commodities S.A.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: