KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laju penjualan Perum Bulog ke jaringan Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih masih tertahan. Hingga 19 Januari 2026, nilai transaksi tercatat baru mencapai Rp7,2 miliar, dengan komposisi penjualan yang didominasi beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP). Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal, mengungkapkan keterbatasan modal kerja koperasi menjadi faktor utama yang menahan percepatan transaksi. Kondisi tersebut membuat realisasi penjualan belum sebanding dengan jumlah KopDes/Kel Merah Putih yang telah bergabung sebagai mitra Bulog. “Masih ada tantangan besar, terutama keterbatasan modal kerja koperasi, infrastruktur penyimpanan atau outlet yang belum memadai, kesiapan sumber daya manusia, serta digitalisasi pencatatan,” tutur Rizal dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR, Rabu (21/1/2026).
Beras SPHP Dominan, Penjualan Bulog ke KopDes Merah Putih Masih Rp7,2 Miliar
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laju penjualan Perum Bulog ke jaringan Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih masih tertahan. Hingga 19 Januari 2026, nilai transaksi tercatat baru mencapai Rp7,2 miliar, dengan komposisi penjualan yang didominasi beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP). Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal, mengungkapkan keterbatasan modal kerja koperasi menjadi faktor utama yang menahan percepatan transaksi. Kondisi tersebut membuat realisasi penjualan belum sebanding dengan jumlah KopDes/Kel Merah Putih yang telah bergabung sebagai mitra Bulog. “Masih ada tantangan besar, terutama keterbatasan modal kerja koperasi, infrastruktur penyimpanan atau outlet yang belum memadai, kesiapan sumber daya manusia, serta digitalisasi pencatatan,” tutur Rizal dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR, Rabu (21/1/2026).
TAG: