JAKARTA. Tak pernah terbesit dalam benak Narita Susanty akan menemui sukses dalam bisnis sambal. Berawal dari keisengan membuka warung makan kecil-kecilan, Narita bisa menjelma jadi pengusaha sambal.Memulai usaha sejak tahun 1990, Narita hanya bermodal Rp 10 juta untuk membuka warung makan di sekitar rumahnya. Saat itu, pengunjung yang datang banyak dari pekerja kantoran, tetangga dan buruh. “Saya buka warung untuk mengisi waktu luang sambil membantu pendapatan keluarga," kata Narita.Dia pun tak menyangka warung makannya laris. Berbeda dengan warung lainnya, banyak konsumen datang lantaran menyukai sambal buatan Narita. Dari situlah, terbesit ide untuk membuat sambal kemasan sendiri. “Tidak pernah merencanakan untuk khusus jual sambal, tapi waktu itu iseng buat dalam kemasan kecil,” ujarnya.
Berawal dari warung makan dengan sambal enak (2)
JAKARTA. Tak pernah terbesit dalam benak Narita Susanty akan menemui sukses dalam bisnis sambal. Berawal dari keisengan membuka warung makan kecil-kecilan, Narita bisa menjelma jadi pengusaha sambal.Memulai usaha sejak tahun 1990, Narita hanya bermodal Rp 10 juta untuk membuka warung makan di sekitar rumahnya. Saat itu, pengunjung yang datang banyak dari pekerja kantoran, tetangga dan buruh. “Saya buka warung untuk mengisi waktu luang sambil membantu pendapatan keluarga," kata Narita.Dia pun tak menyangka warung makannya laris. Berbeda dengan warung lainnya, banyak konsumen datang lantaran menyukai sambal buatan Narita. Dari situlah, terbesit ide untuk membuat sambal kemasan sendiri. “Tidak pernah merencanakan untuk khusus jual sambal, tapi waktu itu iseng buat dalam kemasan kecil,” ujarnya.