KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan harga minyak yang sempat menguat karena harapan vaksin corona turun lagi di akhir pekan. Selain karena rekor kasus baru di Amerika Serikat (AS) dan berbagai negara lain, harga minyak juga tertekan potensi distribusi vaksin yang akan memakan waktu. Harry Tchilinguirian, kepala riset komoditas di BNP Paribas mengatakan bahwa faktor vaksin Pfizer memudar dan menciptakan koreksi harga minyak. "Namun, OPEC+ bersiap untuk menyesuaikan produksinya dan kita masih menunggu hasil uji coba vaksin lain yang mungkin lebih mudah didistribusikan karena tidak membutuhkan cold storage," kata dia kepada Reuters Infeksi baru corona di AS dan secara global berada pada tingkat rekor. Pengetatan pembatasan akan menyebabkan permintaan bahan bakar pulih lebih lambat dari yang diharapkan semula.
Berbagai negara mencatat rekor baru kasus corona, permintaan minyak diramal tertekan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan harga minyak yang sempat menguat karena harapan vaksin corona turun lagi di akhir pekan. Selain karena rekor kasus baru di Amerika Serikat (AS) dan berbagai negara lain, harga minyak juga tertekan potensi distribusi vaksin yang akan memakan waktu. Harry Tchilinguirian, kepala riset komoditas di BNP Paribas mengatakan bahwa faktor vaksin Pfizer memudar dan menciptakan koreksi harga minyak. "Namun, OPEC+ bersiap untuk menyesuaikan produksinya dan kita masih menunggu hasil uji coba vaksin lain yang mungkin lebih mudah didistribusikan karena tidak membutuhkan cold storage," kata dia kepada Reuters Infeksi baru corona di AS dan secara global berada pada tingkat rekor. Pengetatan pembatasan akan menyebabkan permintaan bahan bakar pulih lebih lambat dari yang diharapkan semula.