Berbekal Capaian Kuartal I, Phapros (PEHA) Bidik Pertumbuhan Kinerja Hingga Dua Digit



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Phapros Tbk (PEHA) membidik pertumbuhan kinerja dobel digit di sepanjang 2026 seiring pencapaian pada 2025 dan tren positif di kuartal I-2026.

Direktur Utama Phapros Intan Abdams Katoppo memaparkan, perusahaan optimistis masih akan mencatatkan pertumbuhan penjualan dan laba pada kuartal II-2026, dan kuartal selanjutnya.

Secara keseluruhan, Phapros menargetkan pertumbuhan penjualan dan laba sebesar dobel digit pada tahun 2026.


“Kami menilai bahwa perseroan sudah berada pada jalur yang tepat dalam menjaga tren profitabilitas. Setelah pencapaian penting pada 2025 dengan membalik dari kerugian menjadi profit, Phapros juga melanjutkan tren positif tersebut di kuartal I-2026,” ungkap Intan, dalam Agenda Paparan Publik Virtual, pada Kamis (11/6/2026). 

Baca Juga: Phapros (PEHA) Berbalik Untung, Laba Kuartal I-2026 Melonjak 113%

Dia memerinci, pada tiga bulan pertama tahun 2026 PEHA berhasil  kembali mencetak pertumbuhan laba bersih signifikan sebesar 112,86% yoy. 

Hal ini ditopang penjualan pada kuartal I-2026 yang tumbuh sebesar 10,17% menjadi Rp 221,09 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp 200,67 miliar. 

PEHA juga mampu menjaga arus kas (cashflow) dengan baik. Arus kas perusahaan per 31 Maret 2026 sebesar Rp 37,2 miliar, naik 289,0% dibandingkan dengan posisi per 31 Maret 2025 yang masih minus Rp 19,6 miliar.

Melihat tren positif kinerja keuangan tersebut, PEHA optimistis mampu menjaga tren profitabilitas dengan memperkuat strategi pemasaran dan proses operasional yang efisien. 

“Meskipun situasi domestik dan global sedang menghadapi berbagai tantangan, kami meyakini mampu mengatasi tantangan-tantangan tersebut dengan strategi-strategi yang tepat,” sebutnya. 

Baca Juga: Sepanjang 2025, Phapros (PEHA) Kantongi Laba Bersih Rp 27,44 Miliar

Di samping itu, perusahaan juga terus memantau kondisi pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS yang turut menekan beban operasional perusahaan.

 
PEHA Chart by TradingView

Menurutnya, fluktuasi kurs rupiah merupakan faktor eksternal yang berada di luar kuasa perusahaan. Untuk itu, Phaptos lebih berfokus menyiapkan berbagai skenario dan langkah mitigasi guna meminimalisir dampak negatif dari kondisi tersebut.

Salah satu strategi yang diterapkan adalah renegosiasi dengan para supplier bahan baku dari luar negeri agar tidak menaikkan harga produknya. 

Baca Juga: Sepanjang 2025, Phapros (PEHA) Kantongi Laba Bersih Rp 27,44 Miliar

Kemudian, PEHA juga menimbang untuk melakukan kontrak lebih awal dengan jangka waktu lebih panjang, bahkan diharapkan bisa mendapatkan harga lebih rendah dan menjamin continuity supply.

“Kami juga melakukan pencarian alternatif sumber bahan baku agar dapat mencari celah efisiensi dengan posisi tawar yang lebih baik, termasuk adanya kemungkinan transaksi menggunakan mata uang selain US$ atau  mata uang lokal negara tersebut,” jelasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News