Awalnya, Richard Li meraup harta lewat bisnis telekomunikasi PCCW. Seiring berjalannya waktu, Richard mulai mendiversifikasi bisnisnya. Pilihan anak bungsu miliarder Hong Kong Li Ka-Shing ini jatuh pada bisnis aset manajemen. Aksi perdana Richard yang merebut perhatian pasar adalah ketika dirinya mengakuisisi AIG Investment senilai US$ 500 juta pada Desember 2009. Pasca-akuisisi, Richard mengganti nama AIG menjadi PineBridge Investments. Mengawali peruntungan dengan berbisnis telekomunikasi, tangan dingin Richard Li ternyata paling cocok mengasuh bisnis investasi. Kendati begitu, di masa awal membangun bisnis perusahaan investasi, Richard harus mengalami pasang surut. Jejak Richard di panggung bisnis Hong Kong dimulai pada tahun 2003 dengan mendirikan PCCW. Ini merupakan perusahaan telekomunikasi terbesar di Hong Kong milik Richard yang sempat melaporkan kerugian sebesar HK$ 6,1 miliar di tahun perdana.
Berbisnis telekomunikasi hingga investasi (2)
Awalnya, Richard Li meraup harta lewat bisnis telekomunikasi PCCW. Seiring berjalannya waktu, Richard mulai mendiversifikasi bisnisnya. Pilihan anak bungsu miliarder Hong Kong Li Ka-Shing ini jatuh pada bisnis aset manajemen. Aksi perdana Richard yang merebut perhatian pasar adalah ketika dirinya mengakuisisi AIG Investment senilai US$ 500 juta pada Desember 2009. Pasca-akuisisi, Richard mengganti nama AIG menjadi PineBridge Investments. Mengawali peruntungan dengan berbisnis telekomunikasi, tangan dingin Richard Li ternyata paling cocok mengasuh bisnis investasi. Kendati begitu, di masa awal membangun bisnis perusahaan investasi, Richard harus mengalami pasang surut. Jejak Richard di panggung bisnis Hong Kong dimulai pada tahun 2003 dengan mendirikan PCCW. Ini merupakan perusahaan telekomunikasi terbesar di Hong Kong milik Richard yang sempat melaporkan kerugian sebesar HK$ 6,1 miliar di tahun perdana.