Berdamai dengan konsumen, Nissan berikan ban cadangan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gugatan yang dilayangkan oleh tiga pengguna Nissan Elgrand kepada PT Nissan Motor Indonesia, Nissan Motor Distributor Indonesia dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia berakhir damai.

David Tobing, salah satu penggugat menyatakan, kesepakatan damai terjadi ketika para pihak melakukan mediasi.

"Kamis (27/9) kemarin kami melaporkan kesepakatan mediasi kepada Hakim Mediator dan selanjutnya hasil kesepakatan akan dijadikan sebagai putusan perdamaian," kata David kepada Kontan.co.id, Senin (1/10).

Mengingatkan, gugatan yang terdaftar dengan nomor perkara 317/PDT.G/2018/PN.JKT.PST ini diajukan oleh David, Agus Soetopo dan Dessy Tiurlan Sagala di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 6 Juni 2018.

Ketiga penggugat yang merupakan pembeli dan pengguna Nissan Elgrand mengajukan gugatan lantaran pembelian Elgrand tak disertai tempat, dan ban cadangan.

David bilang, tindakan tersebut melanggar UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dan PP 55/2012 tentang Kendaraan. Dua beleid itu mewajibkan setiap mobil yang dibuat, dirakit, dan/atau diimpor harus memiliki ban cadangan.

Salah satu kesepakatan damai dalam mediasi dinyatakan bahwa para penggugat akan diberikan ban cadangan. Bahkan Nissan disebut David telah menyiapkan mekanisme untuk memberikan ban cadangan ke pemilik Elgrand lainnya

"Jadi memang bukan hanya penggugat, Nissan juga akan menyiapkan mekanisme pemberian ban cadangan ke pemilik Elgrand lainnya," sambung David.

Sementara itu Hana Maharani, Head of Product Communications PT. Nissan Motor Indonesia membenarkan pihaknya telah berdamai dengan tiga penggugat.

"Saat ini proses mediasi telah selesai dan kami sedang menunggu putusan perdamaian yang dijadwalkan akan dibacakan dalam sidang pekan ini," kata Hanna kepada Kontan.co.id.

Meski demikian, ia belum menjawab pertanyaan Kontan.co.id soal mekanisme pemberian ban cadangan kepada pemilik Elgrand lainnya.

Editor: Yudho Winarto