Berduet dengan Anies Baswedan, Cak Imin: Enggak Bahaya Tah?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar resmi mendeklarasikan diri sebagai bakal calon presiden (capres) dan bakal calon wakil presiden (cawapres) Pemilu 2024, Sabtu (2/9). 

Jauh sebelum itu, kata Muhaimin, pada tahun 2021, salah seorang kiai senior Nahdlatul Ulama (NU) pernah mengusulkan agar dirinya berduet dengan Anies di pemilu presiden. Namun, Muhaimin tak mengiyakan, tidak juga mengelak. 

“Saya dipanggil, ‘Muhaimin, menurut saya kamu harus pasangan sama Anis Baswedan’,” kata Imin menirukan ucapan kiai tersebut. 


“Saya tidak berani menolak, tetapi saya juga tidak berani menjawab iya. Tetapi saya masukan dalam batin saya, sambil jalan saya berbunyi begini, lho lho lho, enggak bahaya tah?“ lanjutnya sambil tertawa, diikuti tawa para tamu hadirin dalam acara deklarasi di Hotel Majapahit, Surabaya, Jawa Timur. 

Baca Juga: Cak Imin Ungkap Proses Dipasangkan dengan Anies Baswedan oleh Surya Paloh

Muhaimin bercerita bahwa bahwa perjodohan antara dirinya dengan Anies berlangsung singkat. 

Mulanya, pada Senin (28/8), Muhaimin bertemu dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Dalam pertemuan itu, Surya menyampaikan gagasan dirinya berduet dengan Anies. 

“Adinda, kita perlu bicara blak-blakan, saya tahu Anda dan Anda tahu saya,” kata Imin menirukan ucapan Surya Paloh saat itu. 

“Wah ngajak berantem Bang Surya ini, saya bilang,” candanya sambil terkekeh. 

Kepada Surya Paloh, Muhaimin menyampaikan tidak ingin ada lagi siasat atau muslihat politik. Namun, rupanya, Surya serius ingin menduetkan Anies dengan Imin di pilpres. Bahkan, Surya meminta Muhaimin langsung memberikan jawaban saat itu juga. 

Muhaimin bimbang lantaran dirinya harus bicara dengan para kiai dan sesepuh di PKB sebelum mengambil keputusan. 

“Tapi Bang Surya bilang, kalau kamu enggak mau salaman, berarti selamanya kita enggak akan ketemu lagi. Tapi kalau kamu oke, saya yakin insya Allah menang dan Indonesia akan lebih baik,” ujar Imin. 

“Iya kalo sudah begitu salaman demi Indonesia yang lebih baik,” lanjutnya. 

Akhirnya dalam waktu tiga hari, Muhaimin dan pengurus PKB bergerak menemui kiai dan para senior partai, meminta pendapat mengenai ide duet Anies-Imin. 

Rupanya, para kiai dan senior PKB memberikan lampu hijau. PKB pun menggelar tiga kali rapat pleno membahas ini. Hasilnya, jajaran pengurus partai setuju untuk menduetkan Anies-Muhaimin sebagai bakal capres-cawapres Pemilu 2024. 

Baca Juga: Duetkan Anies Baswedan dengan Cak Imin, Ini Pertimbangan Surya Paloh

“Jadi salaman saya sama Bang Surya malam itu ternyata lancar dan mendapatkan restu lengkap dari seluruh keluarga besar partai kebangkitan bangsa,” tuturnya. 

Bersama Anies, Imin berharap dapat memenangkan Pemilu 2024 dan menjadi presiden-wakil presiden berikutnya. 

Sebelumnya, PKB menyatakan menerima tawaran Nasdem untuk menduetkan ketua umumnya, Muhaimin Iskandar, dengan bakal capres Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan. 

Keputusan itu diambil usai DPP PKB menggelar rapat pleno di markas PKB, Jakarta Pusat, Jumat (1/9) pagi. 

"Terkait dengan tawaran Nasdem, kerja sama dengan Nasdem, maka tadi pleno menyatakan dan menyambut baik tawaran kerja sama dari Nasdem," ujar Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid saat ditemui di kantor DPP PKB. 

Adapun PKB sebelumnya berkoalisi dengan Partai Gerindra sejak Agustus 2022. Kedua partai sepakat membentuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) untuk mendukung pencapresan Prabowo. 

Belakangan, Prabowo mendapat dukungan tambahan dari Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN). 

Sementara, Anies mulanya didukung oleh Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang membentuk Koalisi Perubahan untuk Persatuan. 

Namun, karena Anies menunjuk Muhaimin jadi cawapres, Demokrat menghentikan dukungan dan hengkang dari Koalisi Perubahan.

(Penulis : Fitria Chusna Farisa/ Editor : Fitria Chusna Farisa)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Was-was Dijodohkan dengan Anies, Cak Imin: Loh, Enggak Bahaya Tah?"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi