JAKARTA. Operator hotel sepertinya belum puas juga menggarap bisnis hotel bujet di Jakarta. Catatan konsultan properti Colliers International, bakal ada tambahan pasokan 1.164 unit kamar yang berasal dari delapan hotel bujet baru tahun ini di ibukota. Dari catatan Colliers: ada tiga pelaku bisnis yang paling aktif, yakni Tauzia, Intiland dan Santika berbisnis hotel bujet. "Santika memang masih mendominasi pasar hotel bujet di Jakarta. Namun, perlahan tapi pasti, Tauzia dan Intiland terus mencoba menggeser dominasi Santika," beber Associate Director Research Colliers Ferry Salanto, dalam risetnya. Tauzia Hotel Management berencana membuka empat hotel bujet di ibukota. Ke empat hotel itu akan menggunakan brand POP! Pasar Baru, POP! Wahid Hasyim, POP! Gajah Mada dan Yello Hayam Wuruk. Sementara Intiwhiz Hospitality Management, anak perusahaan PT Intiland Development Tbk, akan membuka dua hotel bujet baru tahun ini. Keduanya adalah Whiz Cipete dan Whiz Hayam Wuruk.
Berebut kue bisnis hotel berfasilitas minim
JAKARTA. Operator hotel sepertinya belum puas juga menggarap bisnis hotel bujet di Jakarta. Catatan konsultan properti Colliers International, bakal ada tambahan pasokan 1.164 unit kamar yang berasal dari delapan hotel bujet baru tahun ini di ibukota. Dari catatan Colliers: ada tiga pelaku bisnis yang paling aktif, yakni Tauzia, Intiland dan Santika berbisnis hotel bujet. "Santika memang masih mendominasi pasar hotel bujet di Jakarta. Namun, perlahan tapi pasti, Tauzia dan Intiland terus mencoba menggeser dominasi Santika," beber Associate Director Research Colliers Ferry Salanto, dalam risetnya. Tauzia Hotel Management berencana membuka empat hotel bujet di ibukota. Ke empat hotel itu akan menggunakan brand POP! Pasar Baru, POP! Wahid Hasyim, POP! Gajah Mada dan Yello Hayam Wuruk. Sementara Intiwhiz Hospitality Management, anak perusahaan PT Intiland Development Tbk, akan membuka dua hotel bujet baru tahun ini. Keduanya adalah Whiz Cipete dan Whiz Hayam Wuruk.