Beredar Kabar Bakal Diakuisisi, Ini Jawaban BLTA



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) angkat bicara menyusul beredarnya informasi mengenai rencana aksi korporasi dan investasi strategis yang dikaitkan dengan Perseroan.

Sekretaris Perusahaan BLTA, Benny Rachmat, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak berasal dari perseroan dan tidak pernah disampaikan maupun dikonfirmasi oleh manajemen.

“Informasi tersebut bukan berasal dari Perseroan. Kami tiddaj pernah memberikan pernyataan ataupun konfirmasi kepada pihak yang mempublikasikan informasi tersebut mengenai rencana aksi korporasi maupun investasi strategis sebagaimana diberitakan,” ujar Benny, Senin (29/9/2026).


Baca Juga: Kuota Produksi Batubara Diperketat, Aset Batubara Strategis Jadi Sasaran Akuisisi

Sebagai perusahaan terbuka, BLTA menegaskan bahwa setiap informasi atau fakta material terkait Perseroan akan disampaikan kepada publik melalui mekanisme keterbukaan informasi sesuai dengan ketentuan pasar modal yang berlaku.

Benny menyampaikan, jika terdapat informasi material yang wajib diketahui publik, termasuk mengenai aksi korporasi, BLTA akan menyampaikannya melalui kanal resmi dan mekanisme keterbukaan informasi yang berlaku. Karena itu, pemegang saham, investor, dan masyarakat diminta merujuk pada informasi resmi Perseroan serta melakukan verifikasi terhadap informasi yang beredar.

BLTA juga mengimbau investor dan masyarakat agar berhati-hati terhadap informasi mengenai Perseroan yang berasal dari sumber tidak terverifikasi. Langkah verifikasi dinilai penting sebelum informasi tersebut dijadikan dasar dalam mengambil keputusan investasi. Informasi resmi mengenai BLTA dapat diakses melalui keterbukaan informasi dan kanal komunikasi resmi Perseroan.

Baca Juga: Samudera Indonesia (SMDR) Investasi Rp 460 Miliar, Bangun Dua Kapal Chemical Tanker

Sebelumnya, beredar kabar Haji Isam akan membeli saham BLTA. Namun, kuasa hukum Jhonlin Group, Junaidi Tirtanata, juga sudah menepi kabar itu. Ia menyebut informasi yang beredar terkait rencana pengusaha tersebut menyiapkan dana Rp10 miliar untuk memborong saham BLTA sebagai informasi yang tidak benar.

Junaidi menegaskan bahwa pihak Jhonlin Group tidak pernah menyampaikan secara resmi informasi mengenai rencana Haji Isam untuk membeli atau memborong saham BLTA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News