Berhaji di Usia 15 Tahun, Aysylla Naila Sempatkan Ujian Sekolah di Tanah Suci



KONTAN.CO.ID – MADINAH. Di saat sebagian pelajar sibuk menyiapkan ujian akhir kelulusan di ruang kelas, Aysylla Naila Sari justru menjalani momen itu dari Tanah Suci. Bukan karena sakit atau alasan darurat lainnya, melainkan karena ia tengah memenuhi panggilan Allah untuk berhaji di usia 15 tahun.

Jamaah haji termuda asal Kabupaten Malang itu awalnya tak menyangka kesempatan besar tersebut datang beriringan dengan jadwal ujian sekolahnya. Namun, keputusan harus ia ambil antara tetap mengikuti ujian di tanah air atau berangkat menunaikan ibadah haji.

Ia ingat betul ketika pada Medio November 2025 lalu mendapat pemberitahuan untuk berangkat haji di tahun 2026. Awalnya ia sangsi bisa berangkat karena usianya saat itu masih 14 tahun, sementara aturan menyebut bahwa usia minimal berangkat haji adalah 17 tahun.


Baca Juga: Mengenal King Fahd Complex, Percetakan Al-Qur’an Terbesar di Dunia di Madinah

Ternyata, di detik-detik akhir ada perubahan aturan. Kementerian Haji dan Umrah RI mengeluarkan aturan baru yang menyebut bahwa usia minimum berangkat haji adalah 13 tahun. Tentu saja Ays jadi memenuhi syarat untuk berangkat haji.

Perasaannya campur aduk. Antara senang mendapat kesempatan besar untuk berhaji, namun juga bingung lantaran panggilan Allah itu datang di saat ia akan menjalani ujian akhir kelulusan.

Pada akhirnya, Ays memilih memenuhi panggilan Allah. Ia lalu berkonsultasi kepada kepala sekolahnya di MTsN 1 Malang, juga kepada wali kelasnya. Pihak sekolah menyambut baik niat Ays untuk berhaji. Ujian sekolah inilah yang kemudian dicarikan caranya agar ia tetap bisa mengikuti.

Kemudian, didapatlah solusi bahwa jadwal ujian Ays dimajukan. Tapi tetap saja ia tak bisa mengerjakannya di tanah air. Itu karena Ays telah berangkat ke Tanah Suci pada 25 April lalu. Ia tergabung dalam kloter SUB 16 bersama sang kakak.

Sementara, jadwal kepulangannya adalah 6 Juni. Terlalu mepet dengan jadwal wisuda sekolahnya pada 9 Juni.

"Jadi mengerjakan ujiannya di Madinah," terang Ays  saat ditemui tim Media Center Haji 2026 Rabu (6/5) lalu di Marjan Alsalam Hostel tempat ia menginap di Makkah.

Baca Juga: Satgas Haji Gagalkan Keberangkatan 80 WNI Berangkat Haji Nonresmi, Ini Modusnya

Belum juga menjalani ujian sekolah sesuai rencana, Ays harus mencicipi ujian lain. Pesawatnya sempat tertahan di bandara Kualanamu Medan di tengah perjalanan menuju Tanah Suci. Akibatnya, masa tinggal Ays dan rombongannya di Madinah juga berkurang menjadi hanya sepekan. Sepekan tinggal di Madinah dimaksimalkan oleh Ays untuk menjalani ujian sekolah.

“Ujiannya pakai HP, pakai aplikasi CBT,” lanjut bungsu dari 3 bersaudara itu.

Ada 12 mata pelajaran yang diujikan selama lima hari berturut-turut. Ia mengerjakan seluruh soal ujian itu menggunakan ponselnya. "Alhamdulillah lancar semua,” ucapnya dengan nada kalem.

Yang belum ia lalui adalah ujian praktik olahraga dan seni, karena aktivitasnya harus direkam. Namun, ia lega karena setidaknya sudah menyelesaikan ujian tulis. Meski lima hari fokus mengerjakan ujian di Madinah, Ays masih sempat berziarah ke Masjid Nabawi dan beribadah. Ia juga sudah berkesempatan shalat dan berdoa di Raudhah, usai mendaftar lewat aplikasi Nusuk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News