JAKARTA. Gejolak harga komoditas mineral termasuk timah memang tak menyenangkan bagi pebisnis. Karenanya mereka berupaya mencari penghasilan lain sebagai sampingan, agar tak tergantung pada satu komoditas saja. Seperti yang dilakukan oleh manajemen PT Timah Tbk. Saat ini mereka tengah mematangkan rencana pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian tembaga (smelter) mineral logam tanah jarang atau rare earth. PT Timah Tbk menargetkan proyek ini bisa konstruksi ahir tahun ini atau awal tahun depan. Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk, Agung Nugroho kepada KONTAN, menjelaskan, saat proses smelter rare earth masih pengurusan izin. "Kami upayakan ada keputusan final tahun ini sehingga jika memungkinkan konstruksi akhir 2016, atau awal 2017, tergantung kajian hasil akhir," katanya, akhir pekan lalu.
Timah berharap tendangan proyek tanah jarang
JAKARTA. Gejolak harga komoditas mineral termasuk timah memang tak menyenangkan bagi pebisnis. Karenanya mereka berupaya mencari penghasilan lain sebagai sampingan, agar tak tergantung pada satu komoditas saja. Seperti yang dilakukan oleh manajemen PT Timah Tbk. Saat ini mereka tengah mematangkan rencana pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian tembaga (smelter) mineral logam tanah jarang atau rare earth. PT Timah Tbk menargetkan proyek ini bisa konstruksi ahir tahun ini atau awal tahun depan. Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk, Agung Nugroho kepada KONTAN, menjelaskan, saat proses smelter rare earth masih pengurusan izin. "Kami upayakan ada keputusan final tahun ini sehingga jika memungkinkan konstruksi akhir 2016, atau awal 2017, tergantung kajian hasil akhir," katanya, akhir pekan lalu.