Meski sudah memiliki outlet dan tetap menjalankan strategi pemasaran dari kampus ke kampus, bukan berarti bisnis suvenir Cak Cuk Surabaya berjalan mulus tanpa hambatan. Si pemilik, Dwika Roesmika, tetap mengalami sejumlah kendala, terutama dalam hal pengembangan ide desain suvenir. Maklum, dia bersama timnya harus terus membuat desain baru untuk semua produk. Tidak jarang Dwi merasa kehabisan ide. Oleh karena itu ia harus rajin jalan-jalan untuk mencari inspirasi. Selama ini, hampir seluruh produk baru yang ia ciptakan memang terinspirasi dari produk oleh-oleh dari luar negeri atau luar kota. "Seperti desain hiasan piring yang ia buat, terinspirasi saat berlibur ke Barcelona," kata Dwika. Rupanya kendala tidak sampai disitu. Penentuan lokasi untuk pembukaan outlet baru juga menjadi tantangan. Memang tidak mudah untuk mencari lokasi yang strategis untuk mengembangkan outlet Cak Cuk Surabaya. Pada 2009, Dwika sempat membuka satu cabang Cak Cuk Surabaya di Plasa Royal Surabaya.
Berhasil raih sejumlah penghargaan wirausaha
Meski sudah memiliki outlet dan tetap menjalankan strategi pemasaran dari kampus ke kampus, bukan berarti bisnis suvenir Cak Cuk Surabaya berjalan mulus tanpa hambatan. Si pemilik, Dwika Roesmika, tetap mengalami sejumlah kendala, terutama dalam hal pengembangan ide desain suvenir. Maklum, dia bersama timnya harus terus membuat desain baru untuk semua produk. Tidak jarang Dwi merasa kehabisan ide. Oleh karena itu ia harus rajin jalan-jalan untuk mencari inspirasi. Selama ini, hampir seluruh produk baru yang ia ciptakan memang terinspirasi dari produk oleh-oleh dari luar negeri atau luar kota. "Seperti desain hiasan piring yang ia buat, terinspirasi saat berlibur ke Barcelona," kata Dwika. Rupanya kendala tidak sampai disitu. Penentuan lokasi untuk pembukaan outlet baru juga menjadi tantangan. Memang tidak mudah untuk mencari lokasi yang strategis untuk mengembangkan outlet Cak Cuk Surabaya. Pada 2009, Dwika sempat membuka satu cabang Cak Cuk Surabaya di Plasa Royal Surabaya.