Berikut Prospek Reksadana Indeks Berbasis ESG pada 2022



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investasi pada emiten berwawasan lingkungan, sosial dan tata kelola atau yang dikenal dengan ESG kian gencar dirilis baik di dunia maupun dalam negeri imbas dampak cuaca yang semakin ekstrem. 

Infovesta Utama dalam riset mingguannya yang dirilis Senin (7/2) menuliskan, jumlah emiten berbasis ESG di dalam negeri masih terbatas. Bahkan, saat ini masih sulit dijumpai perusahaan yang secara utuh menerapkan konsep ESG. 

Namun, seiring dengan dukungan pemerintah dalam mendorong penerapan usaha berbasis ESG, tampak minat investor yang menunjukkan peningkatan seiring dengan dukungan pemerintah dalam mendorong penerapan usaha berbasis ESG.


Baca Juga: Saham Berbasis ESG Masih Bisa Cuan, Simak Rekomendasi dari Analis

Hal ini terefleksi dari statistik perkembangan kinerja indeks acuan berbasis ESG sebagai berikut:

Indeks

Jenis

Return YTD

Tracking Error

Indeks Harga Saham Gabungan

Indeks Acuan Saham

2,72%

-

Indeks SRI-KEHATI

Indeks ESG

2,62%

-

Indeks IDX ESG Leaders

Indeks ESG

0,84%

-

Simas Indeks Sri-Kehati

RD Indeks ESG

2,46%

0,81%

Insight Sri Kehati Likuid I Sri Likuid

RD Indeks ESG

2,42%

0,36%

RHB Sri Kehati Index Fund

RD Indeks ESG

2,42%

0,36%

BNP Paribas Sri Kehati

RD Indeks ESG

2,34%

0,33%

*Notes: pemilihan produk reksadana indeks di atas sesuai ketersediaannya di market selama 3 tahun dengan pertimbangan semakin kecilnya tracking error yang menandakan kinerjanya semakin menyerupai kinerja indeks acuan.

Baca Juga: Intip Pilihan Saham-saham Berbasis Lingkungan yang Menarik

Berdasarkan tabel di atas, seluruh indeks acuan dan reksadana berbasis indeks ESG mengalami kenaikan kinerja. Indeks SRI-KEHATI (+2,62%) yang menjadi acuan produk indeks berbasis ESG lebih unggul dari IHSG (+2,27%) dan indeks IDX ESG Leaders (+0,84%). 

“Pada saat yang sama, produk reksadana indeks berbasis ESG terpantau mampu mengalahkan IHSG, meskipun tertinggal dari indeks SRI-KEHATI,” ujar Infovesta Utama dalam risetnya.

Di samping itu, Otoritas Jasa Keuangan telah meluncurkan taksonomi hijau dalam mendukung pengembangan ekonomi hijau yang merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk memenuhi target Paris Agreement. 

Baca Juga: Menyimak Rekomendasi Saham-Saham Baru Penghuni LQ45

Di satu sisi, riset Nasdaq menunjukkan bahwa program ESG akan membuka akses modal yang besar bagi perusahaan dan memberikan dampak positif terhadap brand perusahaan. Dengan meningkatnya kesadaran perusahaan terhadap program ESG, minat perusahaan dalam memenuhi persyaratan program ESG diprediksi meningkat. 

“Ini membuka peluang kenaikan total aset ekuitas berbasis ESG serta berpengaruh positif terhadap potensi kenaikan jumlah reksadana indeks berbasis ESG ke depannya. Hal tersebut tentunya memberikan banyak pilihan produk investasi bagi investor,” tutup Infovesta Utama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News