Berikut upaya penanganan BNPB pasca tsunami di Selat Sunda



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggandeng sejumlah pihak dalam penanganan bencana pasca tsunami yang terjadi di Selat Sunda pada Sabtu (22/12) lalu.

BNPB bekerjasama dengan TNI, Polri, Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian ESDM, KKP, Basarnas, BMKG dan K/L lainnya mendampingi Pemerintah daerah dalam penanganan darurat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, kepala daerah memimpin penanganan darurat di wilayahnya. Posko tanggap darurat telah didirikan di sejumlah lokasi di antaranya di kabupaten Pandeglang yakni di Gedung PGRI, kabupaten Serang di Puskesmas Cinangka, Jalan Raya Karang Bolong km 139 dan kabupaten Lampung Selatan di Desa Way Muli dan Kunjir.


Tak hanya itu, 11 unit helikopter dikerahkan untuk penanganan di antaranya tiga Helikopter dikerahkan oleh BNPB untuk dropping logistik dan untuk mendukung kegiatan SAR di kawasan yang jauh dari jangkauan seperti di Sumur, Taman Jaya dan Panin

Ujung Kulon, dua heli Polri, dua heli Basarnas dan empat heli TNI. Lalu 12 dapur umum telah dioperasikan oleh Kementerian Sosial di wilayah Banten 7 dapur umum dan Lampung 5 dapur umum.

Sutopo melanjutkan, ada 147 tenaga kesehatan yang di dalamnya 97 tenaga perawat, 25 dokter, 25 tenaga konseling telah dikerahkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemkes) sejak 24 Desember 2018. Kemkes juga mengerahkan 36 unit ambulan, obat-obatan, dan kontainer pendingin jenazah.

Selain itu, terdapat 17 tim siaga bencana ESDM sudah bertugas di lokasi pasca bencana tsunami selat sunda. Tim Gabungan yang terdiri dari BKSDA Bengkulu Lampung, Tim Rescue Vertical Indonesia, BNPB, Pramuka Peduli, dan Tim Relawan, melakukan evakuasi terhadap penyu-penyu yang terdampar dan satwa laut lainnya. Pelepasan penyu dilakukan di Pantai Perak.

Sedangkan, 250 personel Basarnas diterjunkan dalam penanganan darurat tsunami Selat Sunda serta mengerahkan dua unit kapal (RIB Tanggamus LPG, RIB Banten), enam unit peralatan darat, dan dua unit heli (HR-3604 dan HR-1519) dan 1.835 personel TNI terlibat dalam penanganan darurat yang terbagi dalam 470 org di posko terpadu, 1.093 org di Kab. Pandeglang, 131 org di Kab. Serang dan 248 org cadangan.

Adapun 57 unit peralatan termasuk alat berat dan truk dikerahkan untuk penanganan tersebar 24 di Lampung dan 33 di Banten serta 4.687 BTS dari total 4.731 BTS eksisting sudah beroperasi kembali dan layanan komunikasi berangsur normal. "88% listrik sudah menyala per 25 Desember 2018," ujar Sutopo di Graha BNPB Jakarta, Rabu (26/12).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto