KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jika biasanya olahraga dilakukan dengan berjalan maju, cobalah sesekali melakukannya dengan arah sebaliknya. Aktivitas berjalan mundur atau retro-walking mulai populer karena diyakini memberi manfaat lebih banyak dibanding berjalan biasa. Dilansir dari BBC Global, berjalan mundur selama 10–15 menit per hari terbukti mampu meningkatkan fleksibilitas otot hamstring dan memperkuat otot punggung, sehingga membantu menjaga stabilitas tulang belakang.
Selain itu, sejumlah penelitian dan laporan kesehatan juga menemukan berbagai manfaat lain dari berjalan mundur.
Baca Juga: Mungkin Anda Termasuk, Golongan Ini Lebih Rentan Terhadap Flu! Berikut di antaranya: 1. Meredakan nyeri punggung dan lutut Berjalan mundur mengaktifkan otot punggung bawah lebih efektif dibanding berjalan biasa. Hal ini membantu meredakan nyeri punggung bawah. Pada lutut, beban juga terdistribusi berbeda sehingga dapat mengurangi tekanan, khususnya pada penderita osteoarthritis. 2. Membakar kalori lebih banyak Aktivitas berjalan mundur membuat tubuh bekerja lebih keras. Konsumsi oksigen dan detak jantung meningkat sekitar 17–30% lebih tinggi, sehingga membakar hingga 40% lebih banyak kalori dibanding berjalan maju. 3. Melatih otak dan fungsi kognitif Retro-walking menantang koordinasi dan konsentrasi. Otak harus lebih aktif dalam memproses arah yang tidak biasa, sehingga merangsang memori, keterampilan pengambilan keputusan, dan kemampuan pemecahan masalah.
Baca Juga: Merasa Hipertensi? Ambang Batas versi WHO Berbeda dari Anggapan Umum 4. Meningkatkan keseimbangan dan koordinasi Saat berjalan mundur, tubuh dipaksa menjaga postur dan mengaktifkan otot inti (core). Latihan ini sangat bermanfaat bagi lansia untuk mengurangi risiko jatuh dan meningkatkan keseimbangan. 5. Menguatkan otot yang jarang terlatih Retro-walking lebih banyak melibatkan otot glutes, quadriceps, dan fleksor pinggul. Otot-otot ini sering terabaikan dalam aktivitas berjalan biasa, sehingga latihan ini bisa menjadi variasi efektif. 6. Memperbaiki postur dan suasana hati Berjalan mundur menuntut fokus agar tetap tegak dan seimbang. Hasilnya, postur tubuh membaik dan aktivitas fisik ini turut memberi efek menyenangkan yang membantu mengurangi stres.
Baca Juga: Olahraga Malam: Atasi Insomnia, Lepas Stres, Tapi Waspadai Risikonya! Perlu Diperhatikan
Meski memiliki banyak manfaat, berjalan mundur tetap memiliki risiko, terutama potensi jatuh karena keterbatasan visual.
Disarankan untuk memulai perlahan di permukaan rata, menggunakan
treadmill, atau memegang pegangan saat latihan. Bagi yang memiliki gangguan keseimbangan atau masalah kesehatan tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau fisioterapis sebelum menjadikannya rutinitas harian.
Sumber: - Video BBC Global – The Surprising Benefits of Walking Backwards
- New York Post, “This backward habit can ease back pain, boost your brain and other benefits”
- Times of India, “7 reasons to walk backwards for 10 minutes daily”
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News