Berkah pebisnis makanan di Ramadhan



JAKARTA. Pelaku bisnis industri makanan dan minuman berharap ada panen penjualan menjelang Puasa dan Lebaran tahun ini. Mereka berharap produksi dan omzet penjualan bisa lebih besar dibandingkan di musim yang sama 2014.

Menteri Perindustrian Saleh Husin bahkan memprediksi ada kenaikan omzet industri makanan dan minuman di musim Puasa dan Lebaran. "Lebaran akan meningkatkan penjualan makanan dan minuman 25% dari bulan-bulan biasa," kata Saleh, Selasa (26/5).

Hanya, harapan Saleh ini terlalu optimistis bagi pengusaha. Dalam kalkulasi pengusaha paling banter lonjakan omzet penjualan saat bulan suci umat Islam hanya sekitar 10%-15% saja.


Maklum daya beli masyarakat masih belum pulih benar akibat kenaikan harga bahan bakar minyak, kenaikan tarif listrik akhir tahun lalu dan tahun ini. "Proyeksi minimal kami naik sekitar 10%-15%" kata Sribugo Suratmo, Corporate Communication Division Head PT Mayora Indah Tbk (MYOR) kepada KONTAN, Selasa (26/5).

Sribugo bilang, di bulan Puasa dan Lebaran, Mayora mengandalkan penjualan produk biskuit dan minuman. "Penjualan yang naik adalah biskuit dan minuman seperti teh Pucuk Harum, serta Kopiko 78 rasa Mocha dan Caramel," jelas Sribugo berpromosi.

Untuk memenuhi permintaan, pengusaha makanan dan minuman biasanya sudah mengebut produksi jauh-jauh hari. Sribugo bilang, pelaku usaha sudah mengerti kapan menaikkan produksi untuk memenuhi permintaan di bulan Puasa dan Lebaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia