Berkat diversifikasi, pendapatan Pakuwon Jati tumbuh 14%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Diversifikasi bisnis properti PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) menunjukkan hasil maksimal. PWON mencatat pertumbuhan pendapatan 14,45% menjadi Rp 3,38 triliun pada semester pertama tahun ini dibandingkan dengan Rp 2,95 triliun pada semester pertama tahun lalu.

Pendapatan PWON pun terdiversifikasi merata. Dari total pendapatan semester pertama, pendapatan sewa dan jasa pemeliharaan mencapai Rp 1,12 triliun atau 33,31%. Porsi pendaptan sewa dan jasa pemeliharaan naik dari 32,38% di tahun lalu.

Porsi terbesar kedua pendapatan PWON adalah penjualan kondominium dan kantor, sebesar Rp 1,12 triliun atau 33,28% dari total pendapatan. Porsi pendapatan ini turun dari 43,18% pada Juni 2017.


Porsi pendapatan hotel sebesar Rp 201,25 miliar atau 5,96% dari total pendapatan. Penjualan tanah dan bangunan mencapai Rp 593,11 miliar atau 17,56% dan pendapatan usaha lainnya Rp 333,76 miliar atau 9,88% dari total pendapatan PWON semester pertama.

Penjualan real estate mencakup 50,94% pendapatan. Di tahun lalu, porsi penjualan real estate mencapai 52,79%. Sedangkan recurring income yang terdiri dari pengusahaan pusat perkantoran, perbelanjaan, apartemen, serta perhotelan mengontribusi sisanya.

Laba bersih Pakuwon melonjak 25,40% menjadi Rp 1,13 triliun pada periode Januari-Juni 2018. Laba Pakuwon Jati tetap melambung meski emiten properti ini terpaksa mencatat kerugian kurs Rp 172,86 miliar akibat pelemahan rupiah. Semester pertama tahun lalu, PWON mencatat keuntungan kurs Rp 19,55 miliar.

Per akhir Juni, PWON memiliki total aset Rp 24,47 triliun naik dari Rp 23,36 triliun pada akhir Desember 2017. Total liabilitas PWON sebesar Rp 10,72 triliun dengan ekuitas Rp 13,75 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati