Berkat pembangkit listrik, performa WIKA bisa naik



JAKARTA. Iklim bisnis jasa konstruksi tahun depan diperkirakan bakal lebih kondusif. Efek dari sejumlah kebijakan pemerintah terkait percepatan pembangunan infrastruktur bakal lebih terlihat.

Harry Su, Kepala Riset Bahana Securities menjelaskan, porsi anggaran belanja pemerintah untuk percepatan proyek infrastruktur otomatis akan membuat permintaan kontrak baru atau order book bagi para kontraktor bertambah besar.

Hasilnya, pertumbuhan top line perusahaan-perusahaan di dalamnya bakal lebih solid. Kendati demikian, cash flow perusahaan dan soal sumber pendanaan tetap perlu menjadi perhatian utama.


"Menjaga kualitas cash flow dan bagaimana caranya mengamankan sumber pendanaan itu penting, apalagi dengan pertimbangan membesarnya volume proyek yang otomatis membutuhkan investasi yang lebih besar juga," jelas Harry.

Seperti diketahui, selain infrastruktur berupa tol, proyek pembangunan power plant juga termasuk salah satu sektor yang digenjot. Nah, dalam situasi seperti itu, tentunya para kontraktor pelat merah yang paling pertama terkena efek sentimen positifnya.

Makanya, saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menjadi salah satu saham yang tak kalah menariknya untuk dikoleksi dibanding saham pemain lain di industri sejenis.

Bob Setiadi, analis Bahana Securities menambahkan, banyaknya implementasi proyek power plant dan pelabuhan tahun depan bakal membuat kinerja WIKA tahun depan membaik jika dibanding tahun ini yang cenderung tertekan.

"Apalagi proyek Java V power plant dan pabrik pengolahan milik Antam, ini tiket besar yang paling memungkinkan bagi WIKA," ujarnya.

Jika proyek itu gol dan WIKA bisa ikutan proyek tersebut, maka WIKA bakal memperoleh kontrak baru tahun depan sekitar Rp 30,86 triliun, naik 24% dibanding estimasi perolehan kontrak baru tahun ini.

Jika digabungkan dengan kontrak lama atau kontrak carry over dari periode tahun ini, maka WIKA bakal mengelola kontrak senilai Rp 61,66 triliun tahun depan.

Jika angka tersebut diturunkan lagi, maka pendapatan WIKA tahun depan diproyeksi sebesar Rp 14,87 triliun. Angka ini naik 22% dibanding estimasi pendapatan hingga akhir tahun ini Rp 12,15 triliun.

WIKA memang bukan top pick dari Bahana Securities. Kendati demikian, WIKA masih tetap diganjar rekomendasi buy dengan target harga Rp 3.100. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto