JAKARTA. Anda tentu ingat kasus pengiriman peti mati ke sejumlah media dan penggiat marketing yang menghebohkan beberapa hari lalu. Nah, orang yang berada di balik aksi itu adalah Sumardy, CEO Buzz & Co. Rupanya, strategi pemasaran mengirim peti mati ke sejumlah pihak membuahkan hasil. Sebagai bukti, buku Sumardy berjudul Rest In Peace Advertising: The Word of Mouth Advertising kini siap dicetak ulang Gramedia. Penjualan tersebut cukup mencengangkan karena ludes hanya dalam kurun waktu tiga hari sejak Senin (6/6) buku itu diluncurkan. Saat ini, buku tersebut sangat sulit ditemukan di toko buku Gramedia. Sumardy menjelaskan, saat ini bukunya memang sulit ditemukan. Cetakan pertama itu 1.000 eksemplar dengan harga Rp 88.000 per eksemplar. "Minggu ini kami mau cetak kedua. Jumlahnya sekitar 1.000 eksemplar lagi," ujar Sumardy yang ditemui KONTAN di Senayan City, Rabu (8/6). Dia bilang, jika sudah ada yang membaca bukunya pasti akan mengerti mengapa peti mati dikirim ke beberapa orang. Ada pembahasan mengenai hal tersebut di buku yang memiliki tebal 200 halaman itu. Dalam pembuatannya, mulai dari proses penulisan sampai pencetakan, Sumardy membutuhkan waktu selama enam bulan. Adapun ide mengirim peti mati itu dalam rangka memberitahu buku tersebut sudah ada di toko buku Gramedia hanya membutuhkan proses dua bulan. Dari sisi konsep Sumardy hanya ingin memberitahu bahwa strategi marketing yang dilakukan hanya untuk dibahas dalam komunitas penggiat marketing. "Makanya mereka yang saya kirim 90% adalah orang marketing," imbuhnya.
Berkat peti mati, 1.000 buku Sumardy ludes dalam tiga hari
JAKARTA. Anda tentu ingat kasus pengiriman peti mati ke sejumlah media dan penggiat marketing yang menghebohkan beberapa hari lalu. Nah, orang yang berada di balik aksi itu adalah Sumardy, CEO Buzz & Co. Rupanya, strategi pemasaran mengirim peti mati ke sejumlah pihak membuahkan hasil. Sebagai bukti, buku Sumardy berjudul Rest In Peace Advertising: The Word of Mouth Advertising kini siap dicetak ulang Gramedia. Penjualan tersebut cukup mencengangkan karena ludes hanya dalam kurun waktu tiga hari sejak Senin (6/6) buku itu diluncurkan. Saat ini, buku tersebut sangat sulit ditemukan di toko buku Gramedia. Sumardy menjelaskan, saat ini bukunya memang sulit ditemukan. Cetakan pertama itu 1.000 eksemplar dengan harga Rp 88.000 per eksemplar. "Minggu ini kami mau cetak kedua. Jumlahnya sekitar 1.000 eksemplar lagi," ujar Sumardy yang ditemui KONTAN di Senayan City, Rabu (8/6). Dia bilang, jika sudah ada yang membaca bukunya pasti akan mengerti mengapa peti mati dikirim ke beberapa orang. Ada pembahasan mengenai hal tersebut di buku yang memiliki tebal 200 halaman itu. Dalam pembuatannya, mulai dari proses penulisan sampai pencetakan, Sumardy membutuhkan waktu selama enam bulan. Adapun ide mengirim peti mati itu dalam rangka memberitahu buku tersebut sudah ada di toko buku Gramedia hanya membutuhkan proses dua bulan. Dari sisi konsep Sumardy hanya ingin memberitahu bahwa strategi marketing yang dilakukan hanya untuk dibahas dalam komunitas penggiat marketing. "Makanya mereka yang saya kirim 90% adalah orang marketing," imbuhnya.