JAKARTA. PT Berkat Resources Indonesia akan membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) dengan produk akhir nickel pig iron (NPI) di Bombana, Sulawesi Tenggara. Perusahaan ini akan membangun pabrik berskala kecil, yang memiliki kebutuhan bahan baku sebanyak 200.000 ton bijih nikel per tahun. Tony Wenas, Direktur Utama Berkat Resources Indonesia, mengatakan, perusahaannya telah memperoleh izin prinsip maupun kepastian areal lokasi pabrik dari Kabupaten Bombana. "Karena kapasitas smelter yang akan kami bangun kecil, investasinya juga kecil, tidak sampai US$ 10 juta," tutur dia kepada KONTAN, Kamis (29/1). Menurut Tony, dengan pasokan bahan baku sebanyak 200.000 ton bijih nikel, Berkat Resources memperkirakan diri bisa menghasilkan kandungan nikel murni sebanyak 2.000 ton per tahun. Jumlah tersebut setara dengan 10.000 ton NPI per tahun.
Berkat Resources ingin beroperasi tahun depan
JAKARTA. PT Berkat Resources Indonesia akan membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) dengan produk akhir nickel pig iron (NPI) di Bombana, Sulawesi Tenggara. Perusahaan ini akan membangun pabrik berskala kecil, yang memiliki kebutuhan bahan baku sebanyak 200.000 ton bijih nikel per tahun. Tony Wenas, Direktur Utama Berkat Resources Indonesia, mengatakan, perusahaannya telah memperoleh izin prinsip maupun kepastian areal lokasi pabrik dari Kabupaten Bombana. "Karena kapasitas smelter yang akan kami bangun kecil, investasinya juga kecil, tidak sampai US$ 10 juta," tutur dia kepada KONTAN, Kamis (29/1). Menurut Tony, dengan pasokan bahan baku sebanyak 200.000 ton bijih nikel, Berkat Resources memperkirakan diri bisa menghasilkan kandungan nikel murni sebanyak 2.000 ton per tahun. Jumlah tersebut setara dengan 10.000 ton NPI per tahun.