KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Bank of America (BofA) mencetak laba melampaui perkiraan di kuartal keempat. Performa tersebut didorong oleh keuntungan dari aktivitas
trading di pasar modal serta kenaikan suku bunga. Laba bersih BofA naik menjadi US$ 7,6 miliar, atau 98 sen per saham, di kuartal IV-2025 lalu. Setahun sebelumnya, laba BofA mencapai US$ 6,8 miliar, atau 83 sen per saham. Realisasi tersebut lebih tinggi dari proyeksi. Konsensus analis memperkirakan laba BofA mencapai 96 sen per saham.
Baca Juga: Buffett Jual Saham Bank of America, Beli Saham Monster yang Melejit 1.700% Sejak 2011 Pendapatan berdasarkan nilai setara pajak penuh mencapai US$ 28,5 miliar. Angka ini sedikit di atas konsensus Wall Street sebesar US$ 27,94 miliar. Bisnis manajemen kekayaan dan investasi global membukukan pendapatan sebesar US$ 6,6 miliar, naik 10% dari tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh biaya manajemen aset yang lebih tinggi. BofA memperkirakan pendapatan bunga bersih alias
net interest income (NII) akan meningkat 7% pada kuartal berjalan ini. Bank tersebut juga menegaskan kembali perkiraan pertumbuhan NII di kisaran 5%-7% untuk tahun fiskal 2026.
Baca Juga: Bank of America Rekomendasikan Alokasi 1%-4% ke Aset Kripto bagi Nasabah Kaya Pada kuartal empat tahun lalu, BofA mencatatkan pendapatan bunga bersih naik 9,7% secara tahunan menjadi US$ 15,75 miliar. Pendapatan penjualan dan
trading Bank of America meningkat 10% menjadi US$ 4,5 miliar pada kuartal tersebut. Ini sesuai dengan perkiraan CEO BofA Brian Moynihan. “Dengan konsumen dan bisnis yang terbukti tangguh, serta lingkungan regulasi dan kebijakan pajak dan perdagangan yang semakin fokus, kami memperkirakan ekonomi tumbuh lebih lanjut di tahun mendatang,” kata Moynihan dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip
Reuters, Rabu (14/1/2026).
Baca Juga: Warren Buffett Buang 41% Bank of America dan Beli Saham Tak Dikenal Ini JPMorgan juga melaporkan laba kuartal keempat yang melampaui perkiraan Wall Street, Selasa (13/1/2026). Kinerja positif tersebut didorong oleh kinerja yang lebih kuat dari para
trader. Pasar yang bergejolak cenderung menguntungkan bank investasi. Alasannya, bank investasi menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi dari peningkatan aktivitas klien di divisi perdagangan. Perbankan Amerika Serikat (AS) juga diuntungkan penyesuaian harga aset dan portofolio
fixed income, yang menjadi aset dengan imbal hasil lebih tinggi.
Baca Juga: Ramalan Baru dari Bank of America: Harga Emas Bisa Tembus US$ 5.000 Selain itu, pemotongan suku bunga The Federal Reserve pada akhir 2025 membantu bank mengurangi biaya deposito. Ini memungkinkan bank meningkatkan pendapatan mereka. Suku bunga yang lebih rendah juga mendorong pinjaman, karena konsumen ingin mengambil lebih banyak pinjaman dengan harga yang menarik.
Pinjaman dan sewa rata-rata di Bank of America naik 8% menjadi US$ 1,17 triliun dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan terlihat di setiap segmen bisnis. “Kami melihat pertumbuhan di semua kategori pinjaman konsumen, itu membantu kami di kuartal keempat,” kata Alastair Borthwick,
Chief of Financial Officer BofA.