Berkshire Hathaway Kembali Masuk Bisnis Media, Borong Saham New York Times



KONTAN.CO.ID - Berkshire Hathaway mengumumkan investasi baru di The New York Times, menandai kembalinya konglomerasi tersebut ke sektor media setelah sebelumnya keluar dari bisnis surat kabar pada 2020.

Saham New York Times langsung melonjak 4% ke level US$76,99 dalam perdagangan setelah jam bursa, menyusul kabar tersebut.

Reuters melaporkan, dalam dokumen yang diajukan ke U.S. Securities and Exchange Commission (SEC), Berkshire menyebutkan kepemilikan sekitar 5,07 juta saham New York Times senilai US$ 351,7 juta per akhir 2025. Laporan itu merinci portofolio saham perusahaan yang tercatat di bursa AS hingga 31 Desember.

Pangkas Apple dan Amazon


Pada kuartal keempat, Berkshire juga memangkas 4% kepemilikannya di Apple, yang masih menjadi investasi ekuitas terbesarnya dengan nilai sekitar US$ 62 miliar. Selain itu, perusahaan melepas 77% dari 10 juta sahamnya di Amazon.

Langkah ini menandai periode transisi penting. Kuartal tersebut menjadi penutup kepemimpinan 60 tahun Warren Buffett di Berkshire. Sejak 1 Januari, posisi CEO resmi dipegang oleh Greg Abel, sementara Buffett tetap menjabat sebagai chairman.

Baca Juga: Jose Jeri, Presiden Peru yang Dimakzulkan, Salah Satu Kepala Negara Termuda di Dunia

Dokumen Berkshire tidak menjelaskan apakah keputusan investasi terbaru diarahkan oleh Buffett, Abel, atau manajer portofolio Ted Weschler. Sementara itu, manajer investasi lainnya, Todd Combs, meninggalkan perusahaan pada Desember untuk bergabung dengan JPMorgan Chase.

Secara historis, saham perusahaan yang dibeli Berkshire sering kali menguat karena dianggap mendapat “stempel persetujuan” dari Buffett. Namun, belum jelas apakah efek serupa akan berlanjut di bawah kepemimpinan Abel.

Buffett dan Bisnis Surat Kabar

Buffett memiliki sejarah panjang dengan industri media. Ia pernah menjadi pengantar koran saat remaja dan selama bertahun-tahun membela prospek industri surat kabar.

Namun pada 2020, Berkshire menjual bisnis surat kabarnya, termasuk Omaha World-Herald, kepada Lee Enterprises senilai US$ 140 juta.

Dalam pertemuan pemegang saham 2018, Buffett menyebut hanya beberapa media seperti New York Times, Wall Street Journal, dan mungkin Washington Post yang memiliki model digital cukup kuat untuk mengimbangi penurunan oplah cetak dan pendapatan iklan.

Washington Post, yang dimiliki pendiri Amazon, Jeff Bezos, belakangan menghadapi tantangan besar dan baru-baru ini memangkas sekitar sepertiga karyawannya.

Baca Juga: The Fed Perlu Cermati Dampak AI sebelum Tentukan Arah Suku Bunga

Portofolio dan Strategi ke Depan

Selain investasi di media, Berkshire juga menambah kepemilikan di Chevron dan Chubb, serta mengurangi saham Aon dan Bank of America.

Laporan tahunan perusahaan dan surat pertama Greg Abel kepada pemegang saham yang dijadwalkan rilis pada 28 Februari diperkirakan akan memberi gambaran lebih jelas mengenai arah strategi investasi ke depan.

Selama lebih dari satu tahun terakhir, Berkshire tercatat tidak melakukan pembelian kembali saham (buyback) dan dalam satu dekade terakhir tidak melakukan akuisisi besar. Banyak analis menilai perusahaan bersikap hati-hati terhadap valuasi pasar.

Di luar portofolio saham, Berkshire memiliki puluhan bisnis besar, termasuk jaringan kereta api BNSF, asuransi mobil Geico, perusahaan energi dan manufaktur, serta merek ritel seperti Brooks, Dairy Queen, Fruit of the Loom, dan See’s Candies.

Tonton: Trump Dukung Israel Serang Iran Jika Negosiasi Nuklir Kandas, Ini Senjata yang Disiapkan AS!

Langkah masuknya kembali Berkshire ke sektor media lewat New York Times kini menjadi sorotan, terutama di tengah perubahan besar dalam kepemimpinan dan strategi investasi perusahaan tersebut.

Selanjutnya: Bursa Australia Menguat Rabu (18/2) Pagi, NAB Cetak Rekor dan BlueScope Melonjak

Menarik Dibaca: Jadwal Imsakiyah 1 Ramadhan 1447 H di Sumsel, Lampung, dan Bangka Belitung

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News