KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Berkshire Hathaway mulai mengurangi cadangan kasnya yang sangat besar pada kuartal kedua, dengan menginvestasikan miliaran dolar pada saham seperti Alphabet dan membeli kembali sahamnya sendiri senilai miliaran dolar, seiring laporan laba yang lebih tinggi dari perkiraan. Mengutip Reuters, Minggu (9/8/2026), Berkshire pada hari Sabtu menyatakan telah membeli kembali sahamnya sendiri senilai US$ 4,5 miliar antara bulan April dan Juni serta lebih dari US$ 3,3 miliar lagi pada bulan Juli, yang mempercepat langkah pembelian kembali yang telah dimulai pada bulan Maret setelah sempat terhenti selama hampir dua tahun. Perusahaan juga membeli saham senilai hampir US$ 20 miliar lebih banyak daripada yang dijualnya, mengakhiri tren 14 kuartal berturut-turut sebagai penjual bersih saham.
Baca Juga: Indonesia Masuk Daftar Negara dengan Internet Termurah di Dunia Pembelian tersebut mencakup penambahan investasi senilai US$ 10 miliar pada Alphabet—induk perusahaan Google dan YouTube—yang sebelumnya sudah menjadi salah satu kepemilikan saham terbesar Berkshire. Laba operasional kuartalan naik 16% menjadi US$ 12,98 miliar, melampaui perkiraan analis, karena perbaikan kinerja pada perusahaan kereta api BNSF dan bisnis jasa—termasuk unit pesawat mewah NetJets dan distributor komponen elektronik TTI—membantu mengimbangi kinerja lemah perusahaan asuransi mobil Geico. Pendapatan, yang sebelumnya sempat stagnan, naik 10% menjadi $101,81 miliar. Kuartal ini merupakan kuartal kedua sejak Greg Abel menjabat sebagai CEO Berkshire, menggantikan Warren Buffett yang tetap menjabat sebagai ketua dewan direksi. "Ini adalah capaian yang cukup kuat melampaui perkiraan, dan para investor akan merasa optimis," ujar Cathy Seifert, analis di CFRA Research yang memberikan peringkat "netral" untuk Berkshire. "Secara perlahan, bertahap, dan halus, kita melihat Greg mulai memantapkan posisinya sebagai pemimpin baru."
Mengukur Nilai Intrinsik
Para investor dan analis sangat ingin melihat bagaimana pendekatan Abel dalam mengelola modal Berkshire berbeda dari pendekatan Buffett, yang sempat kesulitan mengalokasikan kas menjelang akhir masa kepemimpinannya selama 60 tahun di konglomerat yang berbasis di Omaha, Nebraska tersebut. Posisi kas Berkshire pada akhir Juni sebesar $ 364,7 miliar, turun dari rekor US$ 380,2 miliar pada tiga bulan sebelumnya. Kebijakan Berkshire mengizinkan pembelian kembali saham (
buyback) ketika harga saham berada di bawah nilai intrinsik, sebagaimana ditetapkan secara "konservatif" oleh Abel setelah berkonsultasi dengan Buffett.
Baca Juga: Iran: Kesepakatan Selat Hormuz Hampir Tercapai, Tapi Belum Bisa Buka Jalur Pelayaran Bulan lalu, Buffett mengatakan kepada CNBC bahwa ia tetap terlibat dalam pengambilan keputusan Berkshire, dan baik ia maupun Abel tidak melakukan tindakan apa pun yang tidak disetujui oleh pihak lainnya. Laju pembelian kembali saham ini sebanding dengan kecepatan tertinggi yang pernah dicatat Buffett pada awal dekade ini. Tahun dengan nilai pembelian kembali saham terbesar bagi Berkshire adalah tahun 2021, saat perusahaan membeli kembali saham senilai $27 miliar.
Laba Bersih Naik Lebih dari Dua Kali Lipat
Laba operasional sebesar US$ 12,98 miliar setara dengan sekitar US$ 9.068 per saham Kelas A, meningkat dari US$ 11,16 miliar pada tahun sebelumnya. Laba bersih Berkshire melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi US$ 25,67 miliar—atau sekitar US$ 17.928 per saham Kelas A—dari sebelumnya US$ 12,37 miliar. Hasil bersih ini mencakup keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi (
unrealized gains and losses) dari portofolio saham Berkshire senilai $323,8 miliar, termasuk saham-saham yang tidak berencana dijual oleh Berkshire.
Hal ini menambah volatilitas pada angka laba, dan Berkshire berpendapat bahwa keuntungan serta kerugian tersebut biasanya tidak memiliki makna substansial.
Baca Juga: Microsoft Ungkap Negara yang Paling Gemar Gunakan AI, Indonesia Posisi 77 Posisi kas tersebut mencakup dana sebesar $6,8 miliar yang dikeluarkan Berkshire pada akhir Juli untuk mengakuisisi perusahaan pengembang perumahan, Taylor Morrison. Saham Kelas A Berkshire tertinggal 40 poin persentase di belakang indeks Standard & Poor's 500 sejak Buffett mengumumkan pada Mei 2025 bahwa Abel akan menggantikannya sebagai CEO pada akhir tahun. Pada tahun 2026, saham tersebut naik 3%, sementara S&P 500 naik 13%.