Berkshire Suntik US$ 330 Juta, Saham Bending Spoons Melonjak 34%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham Bending Spoons melonjak 34% pada perdagangan Rabu (14/10/2026), setelah Berkshire Hathaway kembali menggelontorkan investasi sebesar US$ 330 juta ke perusahaan teknologi asal Italia tersebut. 

Tambahan investasi ini memperkuat posisi Berkshire sekaligus menjadi sinyal kepercayaan investor besar terhadap strategi ekspansi Bending Spoons.

Mengutip Reuters, investasi terbaru ini menambah komitmen Berkshire Hathaway setelah sebelumnya menanamkan US$ 600 juta dalam penawaran umum perdana saham (IPO) Bending Spoons pada Juli 2026.


Baca Juga: Akumulasi 833 Juta Saham BIPI Usai Terkoreksi, Waktunya Beli atau Wait and See?

Dengan tambahan investasi tersebut, kepemilikan Berkshire di perusahaan itu meningkat menjadi 4%, sekaligus menjadikannya investor terbesar keenam berdasarkan data LSEG.

Bending Spoons akan menerbitkan 10 juta saham biasa kepada Berkshire dengan harga US$ 33 per saham. Sementara itu, harga saham perusahaan tersebut melonjak hingga US$ 51,10 pada perdagangan Rabu.

Bending Spoons dikenal sebagai perusahaan yang mengakuisisi dan mengembangkan kembali bisnis digital.

Portofolionya mencakup Vimeo dan AOL, serta perusahaan perangkat lunak produktivitas Airtable, penyedia perangkat pelacak hewan peliharaan Tractive, dan platform berbagi berkas WeTransfer.

Perusahaan menyatakan, suntikan modal dari Berkshire akan memperkuat fleksibilitas keuangan sekaligus mendukung strategi akuisisi.

Baca Juga: Harga Melemah 11%, Komisaris MEDS Lepas Lagi Puluhan Juta Saham Perusahaan

Bending Spoons masih mengevaluasi berbagai peluang merger dan akuisisi (M&A), dengan sejumlah prospek transaksi yang tengah dikembangkan.

“Investasi ini akan mendukung strategi akuisisi kami,” menjadi penegasan atas arah penggunaan dana tersebut.

Sementara itu, investasi Berkshire mencerminkan pendekatan konglomerasi tersebut dalam menempatkan modal di berbagai sektor. Bisnis Berkshire Hathaway mencakup asuransi, energi, transportasi kereta api, manufaktur, hingga ritel.

Di bawah kepemimpinan CEO Greg Abel, Berkshire juga meningkatkan eksposur terhadap perusahaan teknologi dan kecerdasan buatan (AI). 

Baca Juga: Borong 5 Juta Saham, Komisaris Utama BAIK Raih Potensi Untung Rp 280 Juta Sehari

Alphabet, induk Google, kini menjadi salah satu kepemilikan saham terbesar Berkshire, menempati posisi ketiga dalam portofolio saham biasa konglomerasi tersebut. Adapun Apple masih menjadi salah satu investasi saham terbesarnya.