Bernanke pidato, emas langsung bergerak



JAKARTA. Harga emas mencetak pertumbuhan bulanan terbesar tahun ini. Emas sontak bersinar, setelah pimpinan Federal Reserves (The Fed), Ben S. Bernanke, berpidato, akhir pekan lalu.

Dalam pertemuan pimpinan bank sentral sedunia, Bernanke mengatakan, akan mengambil kebijakan moneter yang dibutuhkan untuk memulihkan kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS). Kendati masih bersayap, komentar Bernanke itu diartikan sebagai sinyal tentang pengucuran quantitative easing ketiga (QE3).

Tak pelak kontrak pengiriman emas untuk Desember, Jumat (31/8), di Comex New York ditutup pada harga US$ 1,687.60 per ons troi, atau menguat 1,8%. Itu merupakan kenaikan tertinggi terbesar, sejak 23 Agustus lalu.


Matt Zeman, ahli strategi di Kingsview Financial di Chicago masih menyatakan kekecewaannya karena Bernanke tidak secara jelas menyebut QE3. "Saya berharap mendengar lebih banyak," ujar dia. Pergerakan harga emas setelah pidato Bernanke menunjukkan investor berekspektasi ada sinyal tentang QE3, pada pertemuan The Fed, di bulan September ini.

Ibrahim, analis senior Harvest International Futures, menilai, harga emas di level terkini sudah sangat tinggi. Kemungkinan besar, ujar dia, emas terkoreksi signifikan hari ini. "Data manufaktur China diprediksi turun, dan bisa menahan laju emas," kata dia, Minggu (2/9).

Proyeksi Ibrahim, resisten emas, hari ini, adalah US$ 1.692,05 per ons troi dengan support di US$ 1.643 per troi ons. Emas terancam koreksi di hari Rabu. Pada hari itu, bank sentral Eropa (ECB) akan menggelar pertemuan. Ekspektasi pasar, ada kepastian tentang penyaluran stimulus terbaru. Dalam sepekan, Ibrahim menduga, support emas adalah US$ 1.580,63 per troi ons dengan resisten di US$ 1726,63 per ons troi.

Harga juga sudah hampir menempel batas atas Bollinger. Itu berarti, emas sudah berada di area jenuh beli dan bisa mengalami koreksi.

Moving average mengarah 80% ke atas, stochastic 70% ke atas. Relative strength index (RSI) 60% mengarah naik, sedang moving average convergence divergence (MACD) 60% ke atas. Artinya, meski sudah jenuh, kecenderungan emas untuk menguat belum pupus. "Sinyal indikator teknikal untuk emas memang masih positif," ujar dia.

Pada penyaluran QE terdahulu, harga emas bergerak naik. Pada QE tahap kedua, Juni 2011, nilai kontrak berjangka emas melonjak hingga 70% dibandingkan posisinya per akhir Desember 2008.

Mengekor emas, kontrak pengiriman perak untuk Desember, di Comex, akhir pekan lalu, melonjak 3,3%, menjadi US$ 31,442 per troi ons. Harga settlement logam itu tertinggi sejak 23 April.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Avanty Nurdiana