Berprospek stabil, Pefindo tetapkan peringkat Bank Sahabat Sampoerna di level idA-



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat idA- untuk PT Bank Sahabat Sampoerna Indonesia (Bank Sampoerna) dengan prospek stabil. 

Pefindo menyebut, obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. 

"Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi," tulis analis Pefindo, dalam keterangan resmi, Selasa (3/11).


Baca Juga: Pefindo tegaskan peringkat triple A untuk surat utang Bank CIMB Niaga

Sementara tanda kurang (-) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif lemah dan di bawah rata-rata kategori yang bersangkutan. Peringkat juga mencerminkan kolaborasi Bank yang kuat dengan mitra koperasinya yang terafiliasi, serta dukungan kuat dari sisi Grup Sampoerna Strategic dan pemodalan. 

Meski demikian, peringkat dapat dibatasi oleh kualitas aset yang lemah dan performa profitabilitas yang kurang baik. Peringkat dapat dinaikkan jika Bank dapat memperkuat posisi bisnisnya secara signifikan dan konsisten. 

Hal ini juga harus diikuti oleh perbaikan pada performa keuangan, khususnya indikator profitabilitas dan kualitas aset. Peringkat dapat diturunkan jika terjadi penurunan kepemilikan yang material dari Grup Sampoerna Strategic, atau jika kolaborasi bisnis dengan mitra koperasinya yang terafiliasi menurun signifikan. 

"Peringkat juga dapat diturunkan jika kualitas aset atau performa profitabilitas memburuk signifikan. Kami melihat bahwa pandemi Covid-19 telah meningkatkan profil risiko industri perbankan secara keseluruhan, menyebabkan penurunan bisnis yang subtansial di hampir semua sektor yang mengakibatkan penurunan permintaan kredit dan jasa layanan perbankan lainnya," jelas Pefindo. 

Baca Juga: Rampung restrukturisasi global bond, begini rekomendasi saham Alam Sutera (ASRI)

Selain itu, perlambatan pertumbuhan bisnis telah menurunkan kemampuan membayar debitur, dengan penurunan kualitas aset yang selanjutnya akan memberikan tekanan tambahan pada indikator profitabilitas dan likuiditas. 

Pefindo memperkirakan, dampak pandemi Covid-19 terhadap profil kredit Bank Sampoerna secara keseluruhan adalah moderat karena didukung oleh likuiditas dan fleksibilitas keuangan Bank dalam mempertahankan kepercayaan deposan yang didukung oleh kehadiran Grup Sampoerna Strategic sebagai pemegang saham pengendali. 

"Hal ini sebagian akan memitigasi eksposur substansial pada segmen usaha mikro, kecil dan menengah yang sangat terdampak oleh pandemi Covid-19," terangnya. 

Seperti diketahui, Bank ini fokus pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pada 30 Juni 2020, PT Sampoerna Investama memiliki 78,5% saham Bank Sampoerna. Menyusul PT Cakrawala Mulia Prima 17,4% saham, perusahaan yang berada dalam grup Alfa, Abakus (Asia Paciific) Pte Ltd. 3,1% dan Ekadharmajanto Kasih 1,0%. 

 

Selanjutnya: Jaga likuiditas, Waskita Beton Precast (WSBP) lakukan restrukturiasi utang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi