Bersaing dengan Menkes Budi, Negara Ini Juga Incar Kursi Dirjen WHO
Jumat, 09 Oktober 2026 04:00 WIB
Oleh: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Beijing. Persaingan memperebutkan posisi Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) semakin ketat. China resmi mengajukan pakar kesehatan ibu dan anak, Song Li, sebagai kandidat untuk menggantikan Tedros Adhanom Ghebreyesus yang akan mengakhiri masa jabatannya pada Agustus 2027. Pencalonan Song diumumkan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning pada Kamis (8/10/2026). Dengan masuknya kandidat dari China, Menteri Kesehatan Indonesia Budi Gunadi Sadikin menghadapi tambahan pesaing dalam perebutan posisi tertinggi di badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut. Sebelumnya, Budi telah masuk dalam daftar kandidat yang diusulkan untuk posisi Dirjen WHO setelah pendaftaran ditutup pada 24 September 2026.
Selain Budi dan Song, sejumlah nama yang masuk dalam persaingan ini berasal dari Qatar, Arab Saudi, Belgia, Spanyol, dan Botswana. Mereka adalah Hanan Mohammed Al-Kuwari, Hanan Balkhy, Hans Henri P. Kluge, Maria Neira, serta Gevorg Tamamyan dari Botswana. Tedros akan mengakhiri masa jabatan keduanya pada 15 Agustus 2027. Sesuai batas masa jabatan, ia tidak dapat kembali mencalonkan diri untuk posisi tersebut. Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Indonesia Selimuti Singapura Jelang Balapan F1 China ingin perkuat peran di WHO Pemerintah China menyatakan pencalonan Song merupakan wujud komitmen Beijing terhadap multilateralisme dan kerja sama kesehatan global. Mao Ning mengatakan, China berharap Song dapat membantu WHO menjalankan perannya secara lebih aktif dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dunia. "Pencalonan ini menunjukkan dukungan teguh China terhadap multilateralisme," ujar Mao Ning dalam konferensi pers, sebagaimana dikutip dari pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri China pada Kamis (8/10/2026). Menurut Mao, apabila terpilih, Song diharapkan dapat memperkuat kontribusi WHO dalam meningkatkan kesehatan masyarakat internasional. Pencalonan tersebut juga berlangsung di tengah perubahan hubungan internasional setelah Amerika Serikat (AS) menarik diri dari WHO pada 2026. Keputusan itu diambil Presiden Donald Trump yang sebelumnya berulang kali mengkritik organisasi kesehatan global tersebut. Trump pernah menuding WHO terlalu berpihak kepada China, terutama dalam penanganan pandemi Covid-19. Sebaliknya, pemerintah China menilai langkah Washington meninggalkan organisasi tersebut sebagai upaya menghindari tanggung jawab dalam kerja sama kesehatan internasional. Dalam situasi tersebut, pencalonan Song membuka peluang bagi Beijing untuk memperkuat keterlibatannya dalam tata kelola kesehatan global. Tonton: World Bank Bongkar Tantangan Ekonomi Indonesia Setelah Tumbuh 5,4% Siapa Song Li, calon Dirjen WHO dari China? Song Li merupakan pejabat senior kesehatan China yang memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di bidang kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan perempuan dan anak. Mengacu pada informasi WHO yang dikutip media internasional, Song saat ini menjabat sebagai Kepala Departemen Kesehatan Perempuan dan Anak di Komisi Kesehatan Nasional China. Sepanjang kariernya, Song terlibat dalam penyusunan dan koordinasi berbagai kebijakan serta regulasi kesehatan perempuan dan anak. Bidang yang ditanganinya antara lain diagnosis prenatal dan teknologi reproduksi berbantu. Song juga disebut berkontribusi dalam penanganan sejumlah krisis kesehatan di China, termasuk SARS, flu burung, dan Covid-19. Apabila terpilih, Song akan menjadi warga negara China kedua yang memimpin WHO setelah Margaret Chan, yang menjabat Dirjen WHO pada periode 2007–2017. Namun, Chan lahir di Hong Kong, sehingga latar belakangnya berbeda dari Song yang berasal dari China daratan. Baca Juga: Vietnam Ungkap Negosiasi Kesepakatan Dagang dengan AS Hampir Rampung Peluang Budi Gunadi Sadikin memimpin WHO Indonesia mengusulkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebagai kandidat Dirjen WHO. Pencalonan tersebut merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk memperkuat keterwakilan negara berkembang dalam pengambilan keputusan kesehatan global. Budi sebelumnya menyampaikan bahwa pencalonannya merupakan amanah dari Presiden Prabowo Subianto. Ia juga menyoroti pentingnya memperbesar peran negara-negara berkembang dalam menentukan arah kebijakan kesehatan internasional. Budi memiliki pengalaman memimpin sektor kesehatan Indonesia sejak Desember 2020, termasuk dalam penanganan pandemi Covid-19 dan pelaksanaan program vaksinasi nasional.
Berbeda dari Song yang memiliki latar belakang profesional di bidang kesehatan ibu dan anak, Budi berasal dari dunia perbankan dan memiliki pengalaman dalam pengelolaan institusi serta pembiayaan. Persaingan menuju kursi Dirjen WHO masih akan melewati sejumlah tahapan seleksi. WHO dijadwalkan menyaring kandidat sebelum pemilihan akhir dalam Sidang Majelis Kesehatan Dunia pada Mei 2027. Dirjen terpilih nantinya akan memimpin koordinasi kesehatan global, termasuk penanganan keadaan darurat kesehatan, penguatan sistem kesehatan, dan upaya memperluas cakupan kesehatan semesta. Sumber: https://internasional.kompas.com/read/2026/10/08/172100070/saingan-menkes-budi-bertambah-china-ikut-berebut-kursi-dirjen-who?page=all#page2.
Polemik Ijazah Gibran Belum Selesai, Ini Kata Istana