KONTAN.CO.ID - Paramount Skydance kembali meningkatkan upayanya untuk mengakuisisi Warner Bros Discovery dengan menambahkan berbagai insentif finansial, termasuk kesediaan menanggung biaya pembatalan kontrak (
break-up fee) yang harus dibayarkan Warner Bros kepada Netflix jika kesepakatan mereka gagal. Dalam pernyataan pada Selasa (10/2/2026), Paramount menawarkan kompensasi tambahan kepada pemegang saham Warner Bros berupa “ticking fee” sebesar US$0,25 per saham untuk setiap kuartal keterlambatan penyelesaian transaksi setelah tahun ini.
Baca Juga: Bank Sentral Australia Kembali Peringatkan Inflasi Masih Terlalu Tinggi Skema tersebut diperkirakan setara dengan sekitar US$650 juta per kuartal, mulai awal 2027 hingga kesepakatan akuisisi rampung. Meski demikian, Paramount tidak menaikkan nilai penawaran utamanya yang tetap berada di level US$30 per saham, atau sekitar US$108,4 miliar termasuk utang. Sebagai pemanis tambahan, Paramount menyatakan siap membiayai penuh biaya terminasi senilai US$2,8 miliar yang harus dibayarkan Warner Bros kepada Netflix jika kesepakatan Netflix senilai US$82,7 miliar untuk aset studio dan streaming batal terlaksana. Baik Paramount maupun Netflix tengah bersaing ketat untuk menguasai Warner Bros, yang memiliki aset strategis berupa studio film dan televisi terkemuka, perpustakaan konten besar, serta waralaba populer seperti Game of Thrones, Harry Potter, dan karakter superhero DC Comics seperti Batman dan Superman. Jika akuisisi oleh Paramount terealisasi, perusahaan induk CBS tersebut juga akan mengambil alih jaringan televisi Warner Bros, termasuk CNN dan TNT. Aset jaringan ini rencananya akan dipisahkan menjadi entitas tersendiri bernama Discovery Global sebelum merger Netflix dijalankan.
Baca Juga: Inflasi Konsumen China Naik 0,2% pada Januari, Deflasi Produsen Mulai Mereda Tekanan Investor Aktivis Di tengah persaingan tersebut, investor aktivis Ancora Holdings dilaporkan telah membangun kepemilikan saham senilai sekitar US$200 juta di Warner Bros dan berencana menentang kesepakatan dengan Netflix. Menurut laporan Wall Street Journal, Ancora bahkan siap melancarkan proxy fight apabila dewan direksi Warner Bros gagal mengamankan kesepakatan terbaik bagi pemegang saham. Meski kepemilikan Ancora masih di bawah 1% dari kapitalisasi pasar Warner Bros yang sekitar US$69 miliar, langkah ini menambah tekanan terhadap manajemen perusahaan. Dewan Warner Bros menyatakan akan meninjau ulang tawaran terbaru dari Paramount, namun sejauh ini tetap merekomendasikan kesepakatan dengan Netflix. Sejumlah analis menilai langkah Paramount mencerminkan keyakinan bahwa kesepakatan Netflix berpotensi tersandung hambatan regulasi. Namun, tambahan insentif tersebut dinilai belum tentu cukup untuk mengubah preferensi investor. “Tanpa menaikkan harga penawaran, peluang Paramount untuk menggeser Netflix masih terbatas. Harapan terbesar mereka justru ada pada kemungkinan regulator memblokir kesepakatan Netflix,” ujar Ross Benes, analis senior Emarketer.
Baca Juga: Harga Emas dan Perak Naik Rabu (11/2) Pagi, Seiring Turunnya Imbal Hasil AS Isu Regulasi dan Ketidakpastian Discovery Global Paramount juga mengklaim telah memenuhi permintaan tahap kedua dari Departemen Kehakiman AS (DOJ) dan memperoleh persetujuan investasi asing di Jerman, serta tengah berkomunikasi dengan regulator antimonopoli di AS, Uni Eropa, dan Inggris. CEO Paramount David Ellison mengatakan perusahaannya memberikan “peningkatan yang signifikan” dengan menopang penawaran tersebut menggunakan dana miliaran dolar, sekaligus memberikan kepastian nilai dan jalur regulasi yang lebih jelas bagi pemegang saham. Di sisi lain, Paramount menyoroti ketidakpastian nilai yang akan diterima pemegang saham Warner Bros dalam skema Netflix, karena sangat bergantung pada kinerja keuangan Discovery Global setelah pemisahan. Paramount memperkirakan nilai tunai yang diterima pemegang saham bisa turun hingga US$23,20 per saham jika kondisi keuangan Discovery Global melemah.
Baca Juga: Saham CSL Anjlok ke Level Terendah Delapan Tahun Usai Laba Ambles dan CEO Mundur Paramount telah memperpanjang batas waktu penawaran tender hingga 20 Februari untuk meyakinkan investor bahwa proposalnya lebih unggul. Namun hingga kini, Warner Bros masih bersikukuh mendukung kesepakatan dengan Netflix, yang menilai merger tersebut memberikan nilai strategis jangka panjang, termasuk menjadikan Netflix pemain streaming global terbesar dengan hampir setengah miliar pelanggan.