Bersaing sehat antar peternak ikan (3)



Kendati sebagian besar warga di Kelurahan Jamsaren, Kediri, berprofesi sebagai pembudidaya ikan manfish, suasana persaingan di antara mereka tetap sehat. Pasalnya, setiap petani sudah memiliki pelanggan tetap.

Bahkan, di antara mereka sudah terjalin kerjasama saling menguntungkan. Antara lain saling meminjam hasil panen. "Kami saling meminjam hasil panen dari petani lainnya untuk memenuhi permintaan pelanggan," kata Mahfud, salah satu petani ikan manfish.

Sentra ikan manfish di wilayah ini sudah lumayan kesohor. Banyak konsumen dari luar kota kerap berkunjung. Mahfud, salah satu petani ikan manfish, mengatakan, banyak warga dari Surabaya dan kota lain datang ke daerahnya buat berburu ikan manfish.


Tidak sedikit warga dari luar kota itu menggunakan jasa calo saat mengunjungi Jamsaren dan kelurahan lainnya. Meski begitu, keberadaan calo ini tidak menganggu bisnis para petani. "Mereka cuma bantu mencari ikan saja, karena mereka kan sudah kenal dengan para petani," katanya.

Kelurahan Jamsaren juga sering dikunjungi oleh instansi pendidikan setempat sebagai lokasi percontohan tempat pembudidayaan manfish.

Meskipun jumlah petani ikan di sana banyak, tetapi tidak banyak petani yang bisa melayani permintaan konsumen ritel. Alasannya, seluruh ikan mereka sudah dibeli oleh agen. Seperti Rohana yang hanya melayani permintaan dari agen langganannya.

Menurut ibu dua anak ini, banyak agen dan tengkulak ikan sering menyambangi tempat tinggalnya untuk mencari ikan hias. Kebanyakan konsumen atau pengunjung mendapat kabar dari mulut ke mulut, sehingga mereka tak perlu repot-repot melakukan promosi lagi.

Paling yang dilakukan pembudidaya manfish hanya membagikan nomor telepon kepada konsumen yang berkunjung. Mahfud mengaku, banyak pelanggannya tinggal menelepon saja saat ingin memesan ikan. "Mereka sudah tahu barang saya, jadi tinggal telepon saja barang diantar," katanya.

Mahfud sendiri kerap mengajak konsumennya berkunjung ke kolam tempat ia membudidayakan manfish. Dengan begitu, konsumen melihat langsung usaha budidaya manfish yang dikembangkannya.

Untuk mempertahankan pelanggan, Mahfud dan petani lainnya selalu berusaha menjaga kualitas ikan miliknya. Tidak hanya itu, pelayanan yang terbaik pun mereka berikan kepada konsumennya.

Sekitar delapan bulan lalu, Kediri sempat mengalami bencana meletusnya Gunung Kelud. Asal tahu saja, seluruh aktivitas bisnis para petani ikan di Kelurahan Jamsaren pun berhenti.

Sebab, seluruh kolam ikan tertutup abu vulkanik hasil muntahan Kelud. Untungnya, ikan milik petani masih hidup sehingga mereka hanya menutup usaha selama dua hari.      

(Selesai)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News