Bersiap, Ditjen Pajak Akan Menambah 4.000 Pemeriksa Pajak pada 2026



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan berencana menambah sekitar 3.000–4.000 pemeriksa pajak pada tahun ini untuk memperkuat fungsi pengawasan dan meningkatkan kepatuhan perpajakan, khususnya di sektor-sektor berisiko tinggi.

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengatakan, saat ini jumlah pemeriksa pajak masih relatif terbatas dibandingkan total pegawai DJP. 

Dari sekitar 44.000 pegawai, jumlah pemeriksa pajak baru mencapai sekitar 6.500 orang, sehingga rasio cakupan audit (audit coverage ratio) masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi DJP.


Baca Juga: Purbaya Kocok Ulang Pejabat Kanwil Jakarta Utara Usai OTT KPK

"Kami akan tingkatkan fungsional pemeriksa tahun ini mungkin akan menambah sekitar separuhnya, sekitar 3.000 sampai 4.000,supaya melihat dari profil pemerintahan treatment risiko terhadap wajib pajak sektor-sektor tertentu yang menjadi penentu penerimaan,memang harus lebih banyak audit," ujar Bimo dalam Seminar Outlook Ekonomi dan Perpajakan 2026, Selasa (20/1).

Menurut Bimo, penambahan jumlah pemeriksa pajak menjadi penting seiring dengan hasil pemetaan risiko kepatuhan perpajakan yang menunjukkan adanya sektor-sektor dengan tingkat risiko tinggi, terutama di sektor sumber daya alam seperti batubara, tembaga, dan sawit. 

Berdasarkan mesin compliance risk management (CRM) DJP, mayoritas wajib pajak di sektor tersebut masuk dalam kategori yang memerlukan treatment audit.

Baca Juga: Nilai Rupiah Tembus Rp 17.000: Ini Risiko Terbesar Ekonomi Anda!

"Artinya, tembaga, sawit dan batubara tadi rata-rata memang treatment-nya harus diaudit dari compliance risk management mesin kami," katanya.

Selain menambah jumlah pemeriksa, DJP juga akan memanfaatkan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu pekerjaan administratif dan analitik yang bersifat rutin.

Teknologi tersebut diharapkan dapat menyajikan baseline data yang lebih kuat dalam penyusunan rencana audit, sehingga pemeriksa dapat lebih fokus pada aspek substantif.

Selanjutnya: GLOBAL MARKETS-Europe Set to Rally as Trump Walks Bck Greenland Threats

Menarik Dibaca: Gaya Hidup Urban Bikin Jasa Bersih-Bersih Lewat Aplikasi Kian Populer

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News