Bersiap Ekspansi Bisnis, M Cash Integrasi (MCAS) Siapkan Capex Rp 84 Miliar pada 2024



KONTAN.CO.ID - JAKARTA - PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) tengah mempersiapkan rencana ekspansi bisnisnya pada tahun 2024. Perusahaan ini telah mengalokasikan dana sebesar Rp 84 miliar untuk belanja modal (capex) dalam tahun ini.

Fokus utama MCAS dalam ekspansi bisnisnya akan berada pada segmen ekosistem kendaraan listrik (EV) dan digital advertising.

Direktur M Cash Integrasi, Mohammad Arif, menyatakan bahwa segmen energi, khususnya dalam penjualan, layanan, dan ekosistem EV merek Volta, memiliki potensi yang sangat besar. 


Kontribusi dari segmen ini telah membantu meningkatkan total penjualan MCAS hingga mencapai Rp 148,2 miliar pada akhir 2023.

Baca Juga: Volta, MCASH Group Hadirkan Inovasi Berkelas di Panggung IIMS 2024

"Penjualan motor listrik Volta telah mencapai 11,4 ribu unit hingga akhir 2023, dengan total populasi mencapai 16 ribu unit. Kami memproyeksikan pertumbuhan populasi Volta akan dua kali lipat menjadi 34 ribu unit untuk tahun ini," ujarnya dalam acara Paparan Publik Insidentil pada Rabu (17/4).

Sebagai bagian dari rencana ekspansi, MCAS berencana untuk menambah jumlah dealer dan layanan purna jual untuk motor listrik Volta. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap motor listrik tersebut.

Selain pada sektor energi bersih, MCAS juga akan memperluas bisnisnya pada segmen digital cloud advertising pada tahun 2024. 

Mohammad Arif menjelaskan bahwa penambahan pada segmen ini telah memberikan kontribusi signifikan terhadap total pendapatan perusahaan, meningkat 41,6% year-on-year (yoy), dari Rp 150,2 miliar menjadi Rp 212,7 miliar pada tahun 2023.

Baca Juga: M Cash Integrasi (MCAS) Tutup Bisnis Sewa Baterai Listrik

Meskipun demikian, pada tahun 2023, MCAS mencatat penurunan kinerja baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih. Pendapatan menurun sebesar 5% yoy menjadi Rp 11,7 triliun, sementara laba bersih turun drastis hingga 96% yoy menjadi hanya Rp 1 miliar dari Rp 25 miliar pada tahun 2022.

Penurunan signifikan ini diduga disebabkan oleh meningkatnya berbagai biaya operasional. Arif menyatakan, "Untuk strategi tahun 2024, kami akan melakukan efisiensi pada biaya-biaya yang tidak diperlukan."

Arif juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang akan dihadapi perusahaan pada awal tahun ini, termasuk ketidakstabilan kondisi makroekonomi dan adopsi teknologi yang masih minim oleh masyarakat. 

Baca Juga: M Cash (MCAS) Targetkan Pendapatan Naik hingga 15% Sepanjang Tahun Ini

Untuk menghadapi tantangan ini, MCAS berencana untuk memperkuat bisnis Telco sebagai embrio utama, membangun jaringan distribusi yang kuat dengan melakukan ekspansi agresif ke saluran modern seperti ritel dan e-commerce, serta melakukan transformasi melalui inovasi.

"Inovasi tersebut termasuk penguatan tim IT, pengembangan bisnis bernilai tambah di luar telekomunikasi, penambahan logistik sebagai pilar pertumbuhan kedua, dan fokus pada bisnis ke bisnis (B2B)," jelasnya.

Lebih lanjut, MCAS akan menghubungkan ekosistemnya dengan memperkuat bisnis Telco sebagai poros utama ekspansi, merekonsilasi portofolio bisnis, dan mendukung pertumbuhan yang masif serta profitabilitas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli