KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) Cabang Baubau telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna mengantisipasi lonjakan penumpang pada periode Angkutan Lebaran 2026. Berdasarkan data per tanggal 26 Februari 2026, penjualan tiket Angkutan Lebaran di Cabang Baubau untuk periode 6 hingga 20 Maret 2026, tercatat 2.243 orang telah memesan tiket. Sementara proyeksi penumpang berangkat dari Baubau diprediksi 26.186 orang, sedangkan penumpang turun diproyeksikan 35.047 orang.
Kepala Cabang Pelni Baubau Djasman menyatakan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan angkutan Lebaran tahun ini.
Baca Juga: Hino Motors Tunjuk Shingo Sakai sebagai Presiden Direktur Baru “Kami telah berkoordinasi secara intensif dengan KSOP Kelas II Baubau untuk pengaturan jadwal sandar, TNI dan Polri untuk pengamanan Pelabuhan Murhum, serta BMKG untuk pemantauan cuaca,” jelas Djasman dalam keterangan resminya, Kamis (25/2/2026). Ia melanjutkan, penambahan frekuensi kapal dan pendirian posko Angkutan Lebaran juga telah disiapkan agar lonjakan penumpang dapat dilayani dengan optimal. Djasman juga menjelaskan bahwa puncak arus mudik di Baubau diperkirakan terjadi H-2 sebelum Lebaran, dengan sejumlah tujuan favorit penumpang yaitu Ambon, Ternate, Makassar, Sorong dan Balikpapan. “Kami mengimbau seluruh calon penumpang untuk melakukan pembelian tiket sesuai identitas diri melalui aplikasi Pelni Mobile, loket resmi Pelni, atau agen travel terpercaya, serta menghindari pembelian tiket melalui calo,” imbuhnya.
Dia juga mengimbau bagi penumpang yang sedang sakit atau memerlukan bantuan medis, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu di Kantor Kesehatan Pelabuhan Baubau.
Baca Juga: Dongkrak Margin 2026, Mayapada Healthcare (SRAJ) Perkuat Layanan Berstandar Global Melalui persiapan matang, Pelni Cabang Baubau siap mendukung kelancaran arus mudik dan balik, serta berkomitmen untuk terus menyediakan layanan transportasi laut yang aman, nyaman dan terjangkau selama periode Angkutan Lebaran 2026. “Apabila ada pembatalan tiket, lakukan maksimal 5 jam sebelum keberangkatan di loket Pelni Baubau agar proses lebih mudah dan tidak ada kendala. Keselamatan dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama kami,” pungkas Djasman. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News