Bersiap Situasi Darurat, 33 Negara Imbau Warga Siapkan Stok Makanan, Air & Obat



KONTAN.CO.ID - Kondisi keamanan global semakin mengarah ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah. Kini, banyak negara yang meminta warganya bersiap menghadapi kemungkinan terburuk

Pemerintah di sedikitnya 33 negara mendorong masyarakat menyiapkan persediaan kebutuhan dasar untuk menghadapi situasi darurat. Imbauan tersebut mencakup penyimpanan makanan, air minum, obat-obatan, serta perlengkapan penting lainnya untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan krisis.

Mengutip laporan Newsweek, Rabu (28/10/2026), durasi persediaan yang dianjurkan berbeda-beda di setiap negara. Sebagian pemerintah merekomendasikan kebutuhan darurat untuk setidaknya 72 jam atau tiga hari, sedangkan negara lainnya menyarankan persediaan yang mencukupi hingga satu minggu atau 10 hari.


Imbauan tersebut tidak hanya berkaitan dengan potensi konflik bersenjata, tetapi juga mencakup bencana alam, cuaca ekstrem, gangguan rantai pasokan, hingga ancaman keamanan siber.

Baca Juga: Siaga Kondisi Darurat, Negara Ini Minta Warga Timbun Bahan Makanan, Air, Obat

Daftar 33 negara yang mengimbau stok kebutuhan darurat

Newsweek mencatat 33 negara yang memiliki panduan atau imbauan kepada masyarakat mengenai kesiapsiagaan darurat dan penyimpanan persediaan kebutuhan pokok.

Berikut daftar negara berdasarkan kawasan:

- Eropa: Inggris, Irlandia, Perancis, Jerman, Belanda, Denmark, Norwegia, Swedia, Finlandia, Estonia, Latvia, Lituania, Polandia, Ceko, Austria, Swiss, dan Kroasia. - Amerika Utara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. - Amerika Selatan: Chile, Kolombia, Argentina, dan Brasil. - Afrika: Afrika Selatan. - Asia: Jepang, Taiwan, Israel, India, Filipina, dan Singapura. - Oseania: Selandia Baru dan Australia.

Meski sama-sama mendorong kesiapsiagaan, setiap negara memiliki pendekatan dan durasi persediaan yang berbeda sesuai dengan panduan pemerintah serta potensi risiko di wilayahnya.

Baca Juga: Pasar Saham dan Obligasi Eropa Menguat, Investor Cermati Kebijakan ECB dan Belanja AI

Persediaan darurat mulai dari 72 jam hingga 10 hari

Sejumlah negara Eropa kembali menekankan pentingnya kesiapsiagaan rumah tangga. Perancis dan Inggris, misalnya, mengimbau masyarakat memiliki persediaan kebutuhan dasar yang cukup untuk bertahan selama 72 jam ketika terjadi keadaan darurat.

Pemerintah wilayah Normandia di Perancis bahkan mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu hingga krisis terjadi sebelum menyiapkan kebutuhan tersebut.

Di Inggris, Perdana Menteri juga memberikan contoh bahan makanan yang dapat disimpan di rumah, termasuk kacang-kacangan dan sup, untuk membantu memenuhi kebutuhan selama situasi darurat.

Jepang, Meksiko, Belanda, dan Kanada turut memiliki anjuran persediaan darurat untuk periode sekitar tiga hari.

Sementara itu, Swedia dan Norwegia menganjurkan masyarakat menyiapkan persediaan yang cukup untuk sekitar satu minggu. Jerman menyarankan rumah tangga memiliki kebutuhan pokok untuk bertahan hingga 10 hari.

Tidak semua negara menentukan jangka waktu secara spesifik. Di India, misalnya, National Disaster Management Authority mendorong rumah tangga menyiapkan perlengkapan darurat untuk menghadapi bencana tanpa menetapkan durasi persediaan yang harus dipenuhi.

Di Amerika Serikat, situs kesiapsiagaan pemerintah Ready.gov juga menekankan pentingnya memiliki persediaan makanan, air, dan kebutuhan lainnya untuk beberapa hari.

Tonton: TikTok Hapus 12,2 Juta Video di Indonesia, Perkuat Keamanan Brand dan Transparansi AI

Apa saja yang perlu disiapkan di rumah?

Walaupun rekomendasi durasinya berbeda, jenis perlengkapan yang disarankan pemerintah di berbagai negara relatif serupa.

Masyarakat dianjurkan menyimpan sejumlah kebutuhan dasar berikut:

1. Makanan tahan lama, seperti makanan kaleng dan bahan pangan yang tidak mudah rusak. 2. Air minum, dengan jumlah yang disesuaikan dengan kebutuhan anggota keluarga. 3. Obat-obatan, termasuk obat yang rutin dikonsumsi dan perlengkapan pertolongan pertama. 4. Senter dan baterai cadangan, untuk mengantisipasi pemadaman listrik. 5. Radio darurat, sebagai sumber informasi ketika jaringan komunikasi atau internet terganggu. 6. Perlengkapan pengolahan air, seperti alat penyaring air yang sesuai untuk kondisi darurat.

Kebutuhan tambahan dapat disesuaikan dengan karakteristik ancaman di setiap wilayah. Di Australia Barat, misalnya, masyarakat yang tinggal di daerah rawan siklon diminta menyiapkan makanan, air, dan obat-obatan untuk menghadapi kemungkinan bencana.

Pemerintah Kota Cape Town di Afrika Selatan juga menganjurkan rumah tangga memiliki persediaan kebutuhan dasar untuk setidaknya tiga hari.

Baca Juga: Di Tengah Lonjakan Inflasi, Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde Mundur

Antisipasi bencana hingga gangguan rantai pasokan

Dorongan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat turut muncul di tengah meningkatnya perhatian pemerintah terhadap risiko geopolitik dan bencana alam.

Pada Maret 2025, Komisi Eropa meluncurkan Preparedness Union Strategy. Strategi tersebut ditujukan untuk memperkuat kesiapan menghadapi berbagai krisis, termasuk ketegangan geopolitik, konflik, dan bencana alam yang berkaitan dengan perubahan iklim.

Kesiapsiagaan juga menjadi perhatian di Amerika Serikat. Mantan Wakil Direktur FBI Dan Bongino menekankan pentingnya mempersiapkan kebutuhan dasar untuk mengurangi kepanikan ketika terjadi situasi yang tidak menentu.

Ia menyarankan masyarakat memiliki radio darurat, baterai, makanan, serta perlengkapan untuk menampung dan menyaring air.

Di sektor pertahanan, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth juga mendorong pangkalan militer Amerika Serikat agar mampu beroperasi secara mandiri selama setidaknya tiga bulan apabila terputus dari pasokan eksternal akibat konflik.

Pada 30 September, Hegseth memperkenalkan inisiatif Federal Operations for Resilience, Troop Resources, Energy, Supply and Survivability (FORTRESS). Inisiatif tersebut ditujukan untuk memperkuat ketahanan operasional dan memastikan ketersediaan material apabila rantai pasokan konvensional terganggu.

Berbagai langkah tersebut menunjukkan bahwa kesiapsiagaan menjadi bagian dari upaya menghadapi beragam risiko, bukan semata-mata ancaman perang. Bagi masyarakat, penyediaan kebutuhan dasar di rumah dapat membantu memenuhi kebutuhan sementara ketika bencana atau gangguan layanan menghambat akses terhadap barang dan jasa penting.

Sumber: https://www.kompas.com/global/read/2026/10/29/064354470/darurat-33-negara-minta-warganya-siapkan-stok-makanan-hingga-obat-obatan?page=all#page2.  

Tahir Foundation Bantu Korban Gempa Flores Rp1 Miliar, 200 Rumah Baru Ditargetkan Dibangun
© 2026 Konten oleh Kontan