Bersih-bersih NPF, BJB Syariah pasang target konservatif



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank BJB Syariah pasang target pertumbuhan pembiayaan mencapai 9% pada 2019. Mematok target konservatif dilakukan perseroan lantaran sepanjang 2018, BJB Syariah telah bersih-bersih pembiayaan bermasalah alias non performing finance (NPF).

“Target pertumbuhan kita tahun ini sekitar 9% atau senilai Rp 400 miliar. Memang OJK mendorong agar sampai 10%-13%, tapi kita lihat kondisi kemarin baru bersih-bersih, untuk tahun ini juga masih ada yang perlu dirapihkan tapi akan tetap tumbuh,” kata Direktur Utama BJB Syariah Indra Falatehan kepada Kontan.co.id pekan lalu.

Asal tahu, pada 2017 NPF perseroan mencapai level di atas 20%. Sementara pada 2018 lalu, Indra bilang NPF gross berhasil ditekan hingga di bawah 5%, dengan NPF Net sekitar 2%.


Pembiayaan bermasalah ini berasal dari segmen konsumer yang masih mendominasi pembiayaan BJB Syariah.

Sepanjang 2018 lalu, perseroan telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp 4,6 triliun, di mana Rp 3 triliun dialirkan ke segmen konsumer, sedangkan sisa Rp 1,6 triliun disalurkan ke pembiayaan produktif.

“Beberapa upaya menekan NPF dengan melakukan penyelamatan, artinya restrukturisasi, ada juga yang melalui penyelesaian litigasi, penagihan, hapus buku,” lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto