KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Di Amerika Serikat, menabung kini bukan lagi sekadar soal disiplin, melainkan soal kemampuan bertahan. Bagi mayoritas orang, dana darurat yang dulu dianggap sebagai pegangan kini terasa makin sulit diwujudkan. Biaya hidup yang terus naik, terutama untuk perbaikan rumah, kendaraan, hingga perawatan kesehatan, melaju lebih cepat daripada inflasi. Ini membuat banyak keluarga harus memutar otak saat pengeluaran tak terduga datang mengetuk. KETIKA mobil tiba-tiba mogok, atap rumah bocor akibat badai, atau anggota keluarga harus dirawat di rumahsakit, tabungan seringkali tak cukup. Alhasil, banyak pekerja memilih jalan yang sebetulnya berat, yakni menarik dana dari tabungan pensiun. Data Fidelity Investments menunjukkan, pada akhir 2024, sekitar 5% pekerja telah mengambil penarikan dana darurat dari rekening pensiun. Angka ini meningkat tajam dibanding 2% pada 2018. Penarikan dana ini memang terbebas dari denda jika dilakukan karena kondisi darurat keuangan, namun konsekuensinya tak ringan. Dana yang diambil tak bisa dikembalikan seperti pinjaman skema 401 (k). Artinya, tabungan hari tua menyusut, dan rencana pensiun pun bisa mundur beberapa tahun ke depan.
Bertahan Hari Ini, Tapi Harus Mengorbankan Pensiun Esok Hari
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Di Amerika Serikat, menabung kini bukan lagi sekadar soal disiplin, melainkan soal kemampuan bertahan. Bagi mayoritas orang, dana darurat yang dulu dianggap sebagai pegangan kini terasa makin sulit diwujudkan. Biaya hidup yang terus naik, terutama untuk perbaikan rumah, kendaraan, hingga perawatan kesehatan, melaju lebih cepat daripada inflasi. Ini membuat banyak keluarga harus memutar otak saat pengeluaran tak terduga datang mengetuk. KETIKA mobil tiba-tiba mogok, atap rumah bocor akibat badai, atau anggota keluarga harus dirawat di rumahsakit, tabungan seringkali tak cukup. Alhasil, banyak pekerja memilih jalan yang sebetulnya berat, yakni menarik dana dari tabungan pensiun. Data Fidelity Investments menunjukkan, pada akhir 2024, sekitar 5% pekerja telah mengambil penarikan dana darurat dari rekening pensiun. Angka ini meningkat tajam dibanding 2% pada 2018. Penarikan dana ini memang terbebas dari denda jika dilakukan karena kondisi darurat keuangan, namun konsekuensinya tak ringan. Dana yang diambil tak bisa dikembalikan seperti pinjaman skema 401 (k). Artinya, tabungan hari tua menyusut, dan rencana pensiun pun bisa mundur beberapa tahun ke depan.