KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah Indonesia terus memperkuat kerja sama ekonomi dengan China melalui pengembangan industri, perdagangan, dan investasi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan China Wang Wentao pada Jumat (17/7/2026), keduanya membahas tindak lanjut sejumlah kerja sama, termasuk investasi senilai sekitar US$ 2,5 miliar.
Pertemuan tersebut membahas implementasi nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang telah ditandatangani antara Kementerian Perdagangan China (Ministry of Commerce/MOFCOM) dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Baca Juga: Airlangga: Bali Akan Jadi Lokasi Kawasan PFII, Pemerintah Siapkan PP Salah satu kerja sama yang dibahas adalah konsep two countries twin park, yang diarahkan untuk memperkuat pengembangan kawasan industri antara Indonesia dan China. "D
i mana perkembangan industri di KEK Batang diharapkan bisa terus ditingkatkan," ujar Airlangga dalam konferensi pers secara daring melalui Shanghai China, Jumat (17/7/2026). Airlangga memaparkan bahwa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang menjadi salah satu lokasi yang dipersiapkan untuk mendukung peningkatan investasi dan aktivitas industri dari China di Indonesia.
Namun masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait perusahaan-perusahaan China yang beroperasi di luar kawasan ekonomi khusus. Baca Juga: Airlangga Beberkan Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru Indonesia di Era AI Perusahaan tersebut berharap memperoleh fasilitas yang setara dengan insentif yang diberikan di kawasan ekonomi khusus. "Memang ada beberapa tantangan terutama perusahaan-perusahaan China yang beroperasi di luar kawasan ekonomi khusus, itu juga ingin mendapatkan fasilitas yang minimal setara dengan yang diberikan di kawasan ekonomi khusus," katanya. Selain pengembangan kawasan industri, pemerintah juga membahas tindak lanjut MoU investasi yang telah disepakati sebelumnya dengan nilai mencapai sekitar US$ 2,5 miliar. Airlangga menyebut kerja sama Indonesia dan China mencakup berbagai sektor, termasuk industri, perdagangan, dan ekonomi digital. Menurut dia, China menjadi salah satu mitra strategis bagi Indonesia. "Indonesia sendiri dengan China sudah menandatangani MoU dengan Menteri Perdagangan atau MOFCOM. Kami mengevaluasi kerja sama industri dan perdagangan, termasuk di dalamnya terkait dengan kerja sama di bidang digital," ujarnya.
Baca Juga: Airlangga Tak Permasalahkan Bali Jadi Tempat Surga Pajak Para Investor Ia mencatat, nilai perdagangan Indonesia-China pada tahun lalu mencapai US$ 160 miliar, menjadikan China sebagai mitra dagang terbesar Indonesia.
Sementara itu, investasi langsung China ke Indonesia tercatat sebesar US$ 7 miliar pada tahun lalu. Selain itu, investasi melalui Hong Kong mencapai sekitar US$ 10 miliar. Airlangga menilai penguatan kerja sama dengan China akan terus menjadi bagian penting dalam strategi pemerintah untuk menarik investasi, memperkuat rantai pasok industri, serta meningkatkan daya saing ekonomi nasional. "Ini adalah betul-betul negara strategis bagi Indonesia," kata Airlangga. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News