Beruang Masuk Permukiman, 94 Sekolah di Jepang Ditutup



KONTAN.CO.ID - TOKYO. Pemerintah Kota Utsunomiya, Jepang, memutuskan menangguhkan kegiatan di seluruh 94 sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang dikelolanya pada Senin (8/6/2026) setelah kemunculan beruang pertama yang pernah tercatat di wilayah tersebut.

Seorang pejabat pemerintah kota mengatakan, keputusan tersebut diambil sebagai langkah pencegahan untuk melindungi keselamatan siswa dan tenaga pengajar setelah seekor beruang terlihat berkeliaran di area permukiman warga.

Kota yang berpenduduk sekitar 500.000 jiwa dan berjarak sekitar 100 kilometer di utara Tokyo itu menyebutkan bahwa beruang pertama kali terlihat di kawasan permukiman dekat taman pada Sabtu malam.


Hingga kini, hewan tersebut masih belum berhasil ditemukan kembali setelah penampakan terakhir pada Senin dini hari, sekitar setengah kilometer dari sebuah sekolah menengah pertama.

Baca Juga: Investor Jepang Getol Jual Saham Global Capai Rp 270 Triliun, Terbesar Sejak 2021

Insiden ini menambah daftar panjang meningkatnya konflik antara manusia dan beruang di Jepang dalam beberapa tahun terakhir. Serangan beruang, termasuk yang terjadi di kawasan perkotaan, terus meningkat sehingga mendorong pemerintah Jepang membentuk satuan tugas khusus pada tahun ini untuk menekan jumlah korban.

Pekan lalu, serangan beruang di Kota Fukushima, wilayah timur laut Jepang, menyebabkan sedikitnya empat orang mengalami luka-luka. Rekaman kamera pengawas dari fasilitas Fukushima Steel Works menunjukkan seekor beruang hitam mengejar seorang pekerja di pintu masuk pabrik dan menjatuhkannya ke tanah.

Para ahli menilai peningkatan kemunculan beruang di dekat kawasan permukiman dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Salah satunya adalah perubahan iklim yang menyebabkan berkurangnya hasil panen sumber makanan alami beruang, seperti biji ek dan kacang beech.

Baca Juga: Inggris Paksa Apple dan Google Pasang Filter Pornografi Agar Ponsel Anak Aman

Selain itu, berkurangnya populasi di wilayah pedesaan serta semakin banyaknya lahan pertanian yang ditinggalkan membuat beruang lebih berani mendekati permukiman manusia untuk mencari makanan.

Secara global, beruang hitam Asia atau Asiatic black bear masuk dalam kategori spesies rentan. Namun di Jepang, populasinya diperkirakan telah meningkat hingga tiga kali lipat sejak 2012, didorong oleh menurunnya aktivitas perburuan.