Besok (19/3) Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H, Idulfitri 2026 Diprediksi Beda Hari
Rabu, 18 Maret 2026 10:52 WIB
Oleh: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Menjelang akhir Ramadhan 1447 Hijriah, masyarakat mulai mencari informasi terkait jadwal sidang isbat untuk penetapan Hari Raya Idul Fitri 2026. Sidang isbat merupakan agenda penting yang digelar pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) untuk menentukan tanggal 1 Syawal 1447 H. Kepastian Hari Raya Idul Fitri akan diumumkan setelah sidang isbat dilaksanakan. Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan bahwa Idul Fitri 2026 atau 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Jadwal Sidang Isbat Idul Fitri 2026
Dilansir dari Kompas.com, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 H akan digelar pada: - Tanggal: 19 Maret 2026 (29 Ramadhan 1447 H) - Waktu: Pukul 16.00 WIB - Lokasi: Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta Sidang isbat diawali dengan seminar posisi hilal, dilanjutkan dengan verifikasi laporan rukyatul hilal dari berbagai daerah, kemudian sidang penetapan, dan diakhiri dengan pengumuman resmi oleh Menteri Agama. Sidang ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pakar astronomi, BMKG, BRIN, observatorium, hingga organisasi kemasyarakatan Islam. Dengan melibatkan banyak unsur, keputusan sidang isbat memiliki legitimasi yang kuat. Baca Juga: Pemerintah Buka Opsi Potong Gaji DPR, Ini Rincian Gaji & Tunjangan Anggota DPR 2026 Prediksi Idul Fitri 2026 Versi Kemenag Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menyebutkan bahwa posisi hilal pada akhir Ramadhan belum memenuhi kriteria visibilitas MABIMS. Standar MABIMS menetapkan: - Ketinggian hilal minimal 3 derajat - Elongasi minimal 6,4 derajat Sementara hasil hisab menunjukkan: - Ketinggian hilal: 0–3 derajat - Elongasi: 4–6 derajat Artinya, hilal berpotensi belum terlihat sehingga Ramadhan kemungkinan digenapkan menjadi 30 hari. Dengan demikian, Idul Fitri 2026 diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026. Prediksi Lebaran 2026 Versi BMKG BMKG juga memperkirakan Idul Fitri 2026 jatuh pada 21 Maret 2026. Berdasarkan perhitungan astronomi: - Ketinggian hilal: 0°54' di Merauke hingga 3°07' di Sabang - Elongasi: 4°32' hingga 6°06' Karena belum memenuhi kriteria MABIMS, Ramadhan diperkirakan menjadi 30 hari. Tonton: Ini Alasan Boy Thohir Gelontorkan Rp 4 Triliun untuk Buyback Saham ADRO Prediksi Lebaran 2026 Versi BRIN BRIN memiliki prediksi yang sama. Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika, Thomas Djamaluddin, menyatakan bahwa posisi hilal saat matahari terbenam pada 19 Maret 2026 belum memenuhi syarat minimal visibilitas. Hal ini membuat hilal kemungkinan besar tidak dapat diamati, sehingga 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026. Perbedaan dengan Muhammadiyah Diberitakan sebelumnya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal. Berdasarkan penetapan tersebut, 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Keputusan ini tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah. Maklumat tersebut menyebutkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah bertepatan dengan Jumat Legi, 20 Maret 2026 Masehi.
Jika dihitung dari Sabtu, 7 Maret 2026, maka waktu menuju Lebaran menurut Muhammadiyah masih sekitar 13 hari lagi. Pada tahun ini Muhammadiyah menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yaitu sistem kalender Islam yang dirancang dengan prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia agar kalender Islam dapat disusun secara sistematis dan lebih mudah diprediksi.
Asing Terus Jual Saham RI di 2026: Sinyal Bahaya atau Kesempatan Emas?