Besok (8/10) Cum Date Dividen Interim Saham GEMS, Yield 7% Lebih, Apakah Layak Beli?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Informasi penting untuk para investor yang suka berburu dividen saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Besok Kamis 8 Oktober 2026 adalah cum date dividen interim saham PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS).

Yield dividen interim saham GEMS jumbo. Jadi, investor jangan melewatkan jadwal cum date tersebut. 

Cum date adalah batas akhir suatu saham mengandung hak pembayaran dividen. Investor yang ingin mendapatkan jatah pembayaran dividen harus membeli saham tersebut paling lambat saat cum date. 


Sejumlah emiten kembali menebar dividen interim di tengah pergerakan pasar saham yang masih diwarnai volatilitas. Bagi investor, pembagian dividen tersebut dapat menjadi sumber imbal hasil tambahan, terutama pada saham dengan dividend yield menarik.

GEM akan membagikan dividen interim tahun buku 2026 sebesar USD 200 juta atau setara dengan USD 0,034 per saham atau sebesar Rp 622,93 per saham.

Baca Juga: Porsi Saham BYAN yang Akan Dibeli Haji Isam Makin Besar, Investor Ritel Ikut Melirik

Dengan menggunakan harga penutupan saham GEMS pada Selasa (6/10/2026) sebesar Rp 8.550 per saham, dividend yield dividen interim tersebut mencapai sekitar 7,28%.

Yield dividen interim saham GEMS ini mencapai lebih dari dua kali lipat suku bunga deposito di Bank BCA yang hanya 2,75%-3%. 

Berikut jadwal lengkap pembayaran dividen interim saham GEMS:  • Cum Dividen Pasar Reguler dan Negosiasi: 8 Oktober 2026 • Ex Dividen Pasar Reguler dan Negosiasi: 9 Oktober 2026 • Cum Dividen Pasar Tunai: 12 Oktober 2026 • Ex Dividen Pasar Tunai: 13 Oktober 2026 • Recording Date (Daftar Pemegang Saham yang berhak): 12 Oktober 2026 (pukul 16.00 WIB) • Tanggal Pembayaran (Payment Date): 22 Oktober 2026

Tonton: MK Tolak Sengketa Syarat Pendidikan Gibran, Gugatan Denny Indrayana Tak Dapat Diterima

Rekomendasi analis

Analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menyarankan investor memperhatikan sejumlah faktor sebelum membeli saham yang akan membagikan dividen.

Pertama, investor sebaiknya tidak terburu-buru membeli saham hanya karena mendekati cum date. Pasalnya, harga saham berpotensi mengalami penyesuaian pada ex date yang besarnya dapat mendekati atau bahkan melampaui nilai dividen.

Kedua, investor perlu memperhatikan kualitas dividen. Emiten dengan pembagian dividen yang didukung laba serta arus kas operasional berulang dinilai lebih menarik dibandingkan perusahaan yang hanya membagikan laba ditahan secara insidental.

Ketiga, investor sebaiknya menghitung total return, yakni kombinasi antara dividen dan potensi keuntungan dari kenaikan harga saham.

Dengan pendekatan tersebut, dividend yield tidak menjadi satu-satunya indikator dalam menentukan keputusan investasi.

Abida menilai emiten dengan kombinasi fundamental kuat dan konsistensi pembagian dividen, seperti ASII dan UNTR, masih layak dicermati. Sementara itu, GEMS dapat menjadi pilihan bagi investor yang mengejar dividend yield tinggi sekaligus memiliki eksposur terhadap sektor batubara.

"Di sisi lain, emiten dengan rekam jejak dividen interim di akhir tahun seperti ITMG dan BBCA layak dipantau, meski besarannya baru pasti setelah pengumuman resmi kedepannya," kata Abida.

Adapun Adrian mengingatkan investor agar tidak menjadikan dividen sebagai satu-satunya alasan untuk membeli saham.

Sebab, harga saham dapat mengalami koreksi ketika memasuki ex date. Penurunan tersebut secara teori dapat mengurangi keuntungan yang diperoleh investor dari dividen.  

Presiden Prancis Emmanuel Macron Pamer Rudal Terbaru
© 2026 Konten oleh Kontan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News